Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pilar Peringatan Dini, BMKG Akan Perkuat Peran untuk Lindungi Kelompok Miskin dari Dampak Perubahan Iklim

📅 Senin, 07 Jul 2025, 13:55 WIB | Oleh:
Pilar Peringatan Dini, BMKG Akan Perkuat Peran untuk Lindungi Kelompok Miskin dari Dampak Perubahan Iklim Doc: antara foto
Ket. Kepala BMKG Dwikorita Karnawati

JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) akan memperkuat peran strategisnya mendukung arahan Presiden Prabowo Subianto tentang pengentasan kemiskinan, khususnya melalui perlindungan kelompok miskin dari dampak bencana dan perubahan iklim.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan lembaga yang dipimpinnya itu menjadi pilar perlindungan sosial dengan menyediakan sistem peringatan dini agar masyarakat miskin dan rentan tidak kehilangan aset dan jatuh ke dalam kemiskinan baru.

“Selain itu BMKG juga mendukung penguatan ekonomi rakyat melalui prakiraan iklim dan cuaca, yang sangat penting bagi sektor pertanian dan perikanan,” ujarnya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi V DPR RI di Gedung Parlemen, Jakarta, Senin (7/7).

Adapun upaya tersebut didukung dengan literasi adaptasi iklim melalui Program Sekolah Lapang BMKG yang bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat menghadapi risiko cuaca ekstrem dan gempa bumi.

Dalam paparan BMKG diketahui realisasi pelaksanaan Sekolah Lapang BMKG untuk wilayah Indonesia bagian barat dan bagian timur sampai dengan 30 Juni 2025 sudah 18,52 persen - 25 persen dari target 540 sasaran kelompok masyarakat, antara lain Sekolah Lapang Iklim yang dilaksanakan di Deli Serdang (Sumatera Utara) dan Gowa (Sulawesi Selatan), dan Mataram (Nusa Tenggara Barat).

Dwikorita menjelaskan peran BMKG juga menjadi enabler untuk ekonomi hijau dan biru, mendorong terciptanya aktivitas ekonomi yang ramah lingkungan serta tahan terhadap perubahan iklim.

Ia menambahkan BMKG turut menjadi lini depan dalam upaya reduksi risiko ekstrem melalui sistem perlindungan sosial adaptif untuk masyarakat berisiko tinggi.

BMKG juga memperkuat transformasi digital adaptif melalui modernisasi prediksi berbasis Akal Imitasi (AI) dan big data. Inovasi ini membantu mempercepat respons negara terhadap risiko bencana.

“Tujuan akhirnya adalah menjaga masyarakat agar tetap produktif dan aman dari ancaman bencana,” kata Dwikorita, seraya menyebutkan dengan langkah ini BMKG berharap bisa mendukung prioritas nasional pemerintah, termasuk swasembada pangan, energi terbarukan, serta pembangunan ekonomi digital dan syariah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
PT KAI Tutup 116 Perlintasa...
Ekonomi
Menkeu Ungkap Banyak Rumor ...

Wali Kota Bogor Aktivasi Museum Pajajaran

56 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Wali Kota Bogor Aktivasi Mu...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.