Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Perpusnas: Seluruh Layanan Perpustakaan Harus Berbasis Digital

📅 Kamis, 21 Agu 2025, 20:48 WIB | Oleh: Tim Penulis
Perpusnas: Seluruh Layanan Perpustakaan Harus Berbasis Digital Doc: ANTARA
Ket. Kepala Perpusnas E. Aminudin Aziz (depan kiri) saat membuka Konferensi Perpustakaan Digital Indonesia (KPDI) ke-16 di Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, pada Selasa (19/8/2025).

JAKARTA – Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas), E. Aminudin Aziz, mengemukakan pentingnya seluruh layanan perpustakaan di Indonesia berbasis digital di era kecerdasan buatan atau akal imitasi (AI).

"Ketika kita bicara perpustakaan digital, itu berarti seluruh layanannya sudah berbasis digital, bukan hanya mendigitalisasi buku, melainkan juga membangun pola pikir baru yang berorientasi pada layanan digital," katanya dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis (21/8).

Aminudin menyampaikan hal tersebut pada Konferensi Perpustakaan Digital Indonesia (KPDI) ke-16 di Tanjung Pinang, Kepulauan Riau pada Selasa (19/8) yang mengangkat tema "Transformasi Perpustakaan di Era Kecerdasan Buatan".

"Kita tidak boleh ketinggalan dan tidak boleh kalah dengan perkembangan teknologi," ujar dia.

Aminudin juga mengingatkan, di balik perkembangan teknologi, masih ada tugas menjaga warisan budaya, membangun kapasitas manusia, dan melayani kebutuhan masyarakat dengan penuh tanggung jawab.

Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesra Provinsi Kepulauan Riau Arif Fadillah menekankan pentingnya transformasi digital sebagai jawaban atas perubahan zaman.

"Perpustakaan harus mengatur posisinya sejajar dengan perkembangan teknologi, bukan berhadap-hadapan dengan teknologi internet yang selalu selangkah lebih maju menawarkan kecepatan, kemudahan, dan keluasan jangkauan," ujar Arif.

Sedangkan Rektor Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Agung Dhamar Syakti menekankan pentingnya kesiapan infrastruktur dalam mendukung transformasi digital. Kepulauan Riau perlu memastikan literasi digital dan akses terhadap perpustakaan digital dapat dinikmati secara merata.

"Ini menjadi tantangan kita bersama, khususnya di Kepulauan Riau yang wilayahnya tersebar antar pulau. Akses terhadap referensi dan data digital harus bisa dirasakan secara merata oleh masyarakat, termasuk di pulau-pulau terjauh," kata Agung.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua Forum Perpustakaan Digital Indonesia (FPDI) Ida Fajar menyampaikan, KPDI menjadi sebuah forum strategis yang mempertemukan para pemangku kepentingan dalam pengembangan perpustakaan digital di Indonesia.

"Forum ini menjadi ajang kolaborasi dan berbagi pengalaman antarlembaga, sehingga kita dapat memperkuat ekosistem perpustakaan digital yang inklusif dan berkelanjutan," tuturnya.

KPDI ke-16 dihadiri oleh sedikitnya 125 peserta yang berasal dari berbagai lembaga dan institusi di seluruh Indonesia. Para narasumber menyoroti berbagai isu strategis, mulai dari digitalisasi koleksi, literasi informasi di era AI, keterbukaan akses data, hingga tantangan etika dalam pemanfaatan teknologi.

Perpusnas berharap hasil dari konferensi tersebut dapat menjadi rujukan kebijakan nasional maupun daerah dalam pengembangan ekosistem perpustakaan yang modern dan inklusif.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
PT KAI Tutup 116 Perlintasa...
Ekonomi
Menkeu Ungkap Banyak Rumor ...

Wali Kota Bogor Aktivasi Museum Pajajaran

54 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Wali Kota Bogor Aktivasi Mu...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.