Pernikahan Dini di Bulungan Masih Tinggi, Pemkab Khawatirkan Masa Depan Generasi Anak
📅 Senin, 11 Mei 2026, 22:15 WIB | Oleh: Tim PenulisTanjung Selor, Kaltara - Bupati Bulungan, Syarwani mengatakan di Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) masih cukup tinggi pernikahan dini, dan itu bisa berdampak pada tumbuh kembang anak atau stunting.
“Dampak dari pernikahan dini, generasi yang dilahirkan itu cenderung melahirkan generasi yang terganggu dalam tumbuh kembang nantinya atau stunting,” ujarnya di Tanjung Selor, Senin (11/5).
Karena itu, Syarwani mengharapkan peran orang tua dan masyarakat melalui tokoh-tokoh agama untuk terus mengawal anak-anak agar tidak melakukan pernikahan dini.
“Bukan kita melarang mereka menikah, tapi menikah dengan usia yang sudah ditentukan. Baik secara kesehatan maupun secara agama, begitu juga secara perundangan-undangan yang berlaku,” katanya.
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan tidak bisa bekerja sendiri untuk menekan angka pernikahan dini, sebab peranan orang tua dan masyarakat lah yang lebih penting.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sebagai pribadi selaku orang tua dan juga kepala daerah, Syarwani tidak ingin generasi Kabupaten Bulungan yang dilahirkan terganggu atau berdampak tumbuhkembangnya hanya karena dengan pernikahan dini.
“Pesan ini saya sampaikan, karena anak-anak kita di Kabupaten Bulungan inilah yang menjadi penerus masa depan Kabupaten Bulungan ke depannya,” ucapnya.
Bupati Syarwani memastikan apa yang dilakukan pemerintah daerah dan didukung oleh DPRD Bulungan saat ini termasuk soal menekan pernikahan dini bukan untuk kepentingan pemimpin Bulungan saat ini, tapi untuk menyiapkan masa depan anak-anak ketika akan memimpin Kabupaten Bulungan di masa yang akan datang.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Bukan soal kepentingan saat ini, tapi nanti kelak saat mereka memimpin Kabupaten Bulungan supaya jauh lebih baik, lebih maju dan lebih sejahtera lagi untuk seluruh masyarakat Kabupaten Bulungan,” tuturnya.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Bulungan, Andriana mengatakan saat ini melalui Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) terus memberikan pelayanan dan edukasi soal pencegahan pernikahan dini.
“Nah melalui Puspaga, kita bisa melakukan pencegahan pernikahan dini. Kita buka layanan secara tatap muka langsung dan juga secara daring,” ujarnya.
Menurutnya, DP3AP2KB Kabupaten Bulungan sesuai tugas dan pokok fungsi melakukan sosialisasi ramah anak di satuan pendidikan dengan memberikan layanan pendampingan psikologis atau mental bagi peserta didik maupun keluarga.
Melalui sosialisasi-sosialisasi itulah upaya pencegahan pernikahan dini dilakukan. Bahkan, kata dia, setiap minggu di kawasan Car Free Day (CFD) Tebu Kayan Tanjung Selor, Puspaga memberikan layanan konsultasi.
“Lebih baik melakukan pencegahan daripada sudah terjadi itu lebih sulit penanganannya. Karena kalau untuk penanganan lebih panjang pendampingan,” katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!