Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Perluas Pemasaran dengan Meningkatkan Kualitas Kemasan Produk UMKM

📅 Minggu, 05 Nov 2023, 00:31 WIB | Oleh: Tim Penulis
Perluas Pemasaran dengan Meningkatkan Kualitas Kemasan Produk UMKM Doc: ANTARA/HO-KemenKopUKM
Ket. Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Arif R Hakim saat meninjau kemasan produk UMKM yang pembuatannya difasilitasi oleh Rumah Kemasan di PLUT-KUMKM Subang, Jawa Barat, Jumat (3/11/2023).

Jakarta - Kementerian Koperasi dan UKM memfasilitasi peningkatan kualitas kemasan untuk produk-produk UMKM melalui Rumah Kemasan yang segera dioperasikan PLUT-KUMKM Subang, Jawa Barat sebagai salah satu upaya untuk meningkat omzet.

"Selain itu, rumah kemasan ini agar bisa disosialisasikan supaya bisa digunakan bersama, dan dirawat agar bisa dipakai sesuai masa operasionalnya," kata Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM (SesKemenKopUKM) Arif R Hakim usai meninjau Rumah Kemasan di Gedung PLUT-KUMKM Kabupaten Subang seperti dikutip dari keterangan resmi di Jakarta, Sabtu.

SesKemenKopUKM menjelaskan bahwa Rumah Kemasan tidak hanya memfasilitasi terkait kemasan produk, namun turut memberikan pelatihan dan pendampingan. Kendati memiliki tempat dan lokasi yang nyaman, Arif memastikan harga layanan yang ditetapkan juga tidak mahal karena akan dikelola BLU (Badan Layanan Umum) yang bertujuan untuk bisa melayani dan memfasilitasi pelaku UMKM secara berkesinambungan.

"Tujuannya agar operasional Rumah Kemasan ini bisa mencapaibreak event pointdan tetap bisa terus melayani pelaku UMKM untuk meningkatkan kualitas desain dan kemasan produknya," ucapnya.

Ke depan, sebut Arif, Rumah Kemasan harus bisa ditingkatkan sesuai kebutuhan UMKM, misalnya pelayanan dalam membuat kemasan produk kaleng atau minuman botol dan paling tidak saat ini sudah bisa memproduksi kemasan sesuai kebutuhan pelaku UMKM.

Salah satu Konsultan Pendamping PLUT KUMKM Subang, Sandi, mengatakan sejumlah materi yang diajarkan di Rumah Kemasan antara lain materi standar pelabelan, mengenal alat pengemasan sederhana, membuat kemasan dari produk sederhana, mengenal ongkos produksi kemasan misalnya stiker, sampaistanding pouch.

"Kami sudah melakukan tesmarketke Johor Bahru, Malaysia, dimana beberapa produk UMKM Subang yang sudah menggunakan kemasan baru bisa diterima di sana, misalnya kripik pisang ataubanana chips, atau rengginang yang dikemas menjadirice cracker," ucap Arif.

Sementara itu, beberapa pelaku UMKM di Subang mengakui, omzet dan harga jual produk UMKM mereka naik cukup tinggi setelah kemasan produk disempurnakan dengan kemasan baru.

Juhaeti penjual keripik terong, misalnya, ia hanya bisa menjual keripik terong 1/4 kg dengan harga jual Rp12 ribu dengan kemasan sederhana. Kini dengan kemasan baru, ia mengubah volume bahan baku yang sama menjadi tiga bungkus keripik terong dengan harga total Rp36 ribu.

Sedangkan Elisa, yang memproduksi beras hitam, kini mampu menjual produknya seharga Rp40 ribu per bungkus dibandingkan Rp12 ribu saat kemasannya masih sederhana.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
IESR: Pulau Sumbawa Punya P...

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

43 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Mau Tawuran, Dua Pemuda Baw...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Nasional
Tanggapan Istana Usai Wamen...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.