Logo

Follow Koran Jakarta di Sosmed

  • Facebook
  • Twitter X
  • TikTok
  • Instagram
  • YouTube
  • Threads

© Copyright 2025 Koran Jakarta.
All rights reserved.

Kamis, 27 Feb 2025, 06:15 WIB

Pergerakannya Terus Dipantau dengan Teleskop James Webb

Foto: ESA

Teleskop luar angkasa terkuat milik manusia tengah mengarahkan pandangannya pada asteroid paling berbahaya yang diketahui di tata surya yaitu 2024 YR4. Menurut sebuah posting blog dari Badan Antariksa Eropa (ESA), sebuah tim astronom internasional telah diberikan izin penggunaan darurat untuk memakai Teleskop Luar Angkasa James Webb (JWST) untuk mengamati pergerakannya yang dinilai berbahaya.

1740585053_de226baabb474f1ecd19.jpg

(Foto: ESA)

Batu angkasa seukuran gedung itu ditemukan meluncur cepat melalui tata surya oleh Sistem Peringatan Terakhir Dampak Terestrial Asteroid NASA pada bulan Desember 2024. Saat ini berada di puncak daftar pantauan asteroid milik badan tersebut, dengan peluang sekitar 1 banding 43 (2,3 persen) untuk menghantam planet Bumi pada bulan Desember 2032.

Para astronom memperkirakan bahwa asteroid itu berukuran sekitar 180 kaki atau 55 meter, atau selebar Menara Miring Pisa, di Italia. Dampak dari batu seperti itu tidak akan memicu kepunahan massal seperti yang terjadi pada penumbuk Chicxulub yang jauh lebih besar dan menghancurkan dinosaurus 66 juta tahun yang lalu.

Namun, asteroid sebesar itu dapat mendatangkan malapetaka regional yang mirip dengan penumbuk Tunguska yang meratakan sekitar 80 juta pohon di alam liar Siberia pada tahun 1908, menurut situs Space.com.

Namun, ukuran 2024 YR4 saat ini hanyalah perkiraan berdasarkan data teleskop darat. Karena terhalang oleh atmosfer Bumi, teleskop ini hanya melihat pantulan sinar matahari dari permukaan asteroid, yang menggambarkan gambaran terbatas dari ukuran sebenarnya, menurut ESA. Batuan angkasa itu sebenarnya bisa jauh lebih besar dari yang terlihat.

1740585051_c3a8dd876d9bcbfb6e5d.jpg

(Foto: afp/ European Southern Observatory)

“Secara umum, semakin terang asteroid, semakin besar ukurannya, tetapi hubungan ini sangat bergantung pada seberapa reflektif permukaan asteroid,” tulis pejabat ESA dalam posting blog, yang dibagikan pada hari Senin (10 Februari). “2024 YR4 bisa berukuran 40 meter (130 kaki) dan sangat reflektif, atau 90 meter (295 kaki) dan tidak terlalu reflektif,” tambahnya.

“Sangat penting bagi kami untuk meningkatkan perkiraan ukuran untuk 2024 YR4: bahaya yang diwakili oleh asteroid berukuran 40 meter sangat berbeda dari asteroid berukuran 90 meter,” tambah ESA.

Menurut ESA, pengamatan JWST mendatang akan secara signifikan meningkatkan pemahaman masyarakat dunia tentang ukuran asteroid. Dibandingkan dengan melihat pantulan sinar matahari, instrumen inframerah JWST akan mempelajari panas yang dipancarkan oleh asteroid itu sendiri, membantu membatasi ukuran sebenarnya dan komposisi permukaannya. hay

Redaktur: Haryo Brono

Penulis: -

Tag Terkait:

Bagikan:

Portrait mode Better experience in portrait mode.