Perbaikan Gizi Keluarga, Pemkot Jaktim Latih Warga Olah Hasil Perikanan
📅 Selasa, 06 Mei 2025, 18:01 WIB | Oleh: Opik
Doc: ANTARA/Siti Nurhaliza
JAKARTA - Pemerintah Kota Jakarta Timur (Pemkot Jaktim) melatih warga setempat untuk mengolah hasil perikanan guna perbaikan gizi keluarga.
"Pelatihan olahan ikan hari jni untuk peningkatan gizi anak-anak kita ke depan. Sehingga warga memiliki keterampilan untuk mengolah ikan menjadi makanan yang enak dimakan, layak konsumsi, tidak berkurang nilai gizinya," kata Asisten Perekonomian, Pembangunan dan Lingkungan Hidup, Pemkot Jaktim Fauzi dalam pembukaan pelatihan olahan perikanan di TC Klender Pertanian, Duren Sawit, Jakarta Timur, Selasa (6/5).
Ia menjelaskan, pelatihan berlangsung selama dua hari mulai 6-7 Mei 2025 dengan total peserta sebanyak 100 orang yang dibagi menjadi dua kelompok setiap harinya.
Tema pelatihan adalah "Peningkatan Kreasi dan Inovasi Produk Hasil Perikanan yang Berdaya Saing dan Aman untuk Dikonsumsi".
Menurut Fauzi, anak-anak zaman sekarang sulit untuk mengonsumsi ikan secara langsung sehingga, orang tua memiliki peran untuk mengolah ikan menjadi berbagai menu makanan yang bergizi dan mudah dikonsumsi, terutama untuk balita.
Sebaiknya Anda baca juga:
Lalu, peserta juga diberikan edukasi pentingnya mengonsumsi ikan sebagai sumber protein hewani yang kaya nutrisi, seperti omega tiga yang penting untuk pertumbuhan dan perkembangan anak.
Ikan juga merupakan makanan yang terjangkau dan mudah diolah, sehingga masyarakat dapat mengonsumsi ikan secara rutin untuk mencegah kekurangan gizi.
"Supaya mereka punya pemahaman, pengetahuan, bagaimana mengolah ikan supaya konsumsi terkait persoalan kepada anak-anak untuk konsumsi ikan, karena kalau tidak diolah dengan baik maka kurang suka. Jadi, ikan ini diolah jadi sesuatu yang berbeda. Ini menarik sehingga meningkatkan daya konsumsi ikan di masyarakat," jelas Fauzi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain itu, peserta juga akan diberikan pemahaman terkait cara mengolah ikan dengan tekstur yang baik, bentuk yang unik, tanpa harus menghilangkan kandungan ikan.
"Anak-anak suka makanan lucu, ada tekstur dan warna, tapi tidak mengurangi nilai gizinya. Hari ini, mereka menerima materi itu. Jadi, biar anak tak jenuh hanya digoreng saja," kata Fauzi.
Pihaknya juga memberikan bantuan kepada peserta seperti kompor dan perekat kemasan plastik untuk mendukung dan memotivasi peserta usai menerima pelatihan olahan ikan.
Sementara itu, Kepala Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Timur Taufik Yulianto mengatakan, peserta awalnya mendaftar diri terlebih dahulu ke kecamatan setempat.
Hari ini terdapat 50 peserta dari lima kecamatan yakni Duren Sawit, Jatinegara, Cakung, Matraman, dan Pulogadung. Lalu peserta diminta memperlihatkan KTP sebagai bukti warga Jakarta.
"Jadi, ada pelatihan yang diberikan secara teori dan juga langsung praktik. Ada pembuatan dimsum ikan, "bitterballen" dari udang dan samosa, tiga materi," kata Taufik.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!