Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Perangi Penumpukan Sampah di TPA, Yayasan Wings Peduli  Ajak Masyarakat Pilah Sampah

📅 Minggu, 11 Jun 2023, 20:37 WIB | Oleh:
Perangi Penumpukan Sampah di TPA, Yayasan Wings Peduli  Ajak Masyarakat Pilah Sampah Doc: istimewa
Ket. sampah

JAKARTA - Pada 2022, dari 12,9 juta ton volume timbulan sampah di Indonesia, hampir 5 juta ton di antaranya tidak terkelola. Jika dilihat dari komposisi jenisnya, plastik adalah jenis sampah terbanyak (18,4 persen), setelah sampah organik yang dapat terurai secara alami menurut data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional(SIPSN) 30 Mei 2023.

Di Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, yang menjadi tempat pengelolaan sampah terbesar di Indonesia sekaligus Asia Tenggara, terdapat 39 juta ton sampah yang telah memenuhi 80 persen dari kapasitasnya. Sementara itu tambahan sampah sebanyak rerata enam ribu ton setiap harinya.

Menurut Kepala Satuan Pelaksana Pemrosesan Akhir Sampah TPST Bantargebang, Setyo Margono, mengatakan tingginya volume sampah ini berisiko terjadinya longsor. Hal ini dapat merusak infrastruktur pendukung pengelolaan sampah, jalan, serta saluran air.

"Kolaborasi berbagai stakeholders sangat diperlukan untuk mengurangi sampah. Tantangan terbesarnya adalah membuktikan bahwa sampah bisa diolah, asalkan semua pihak menjalani perannya secara bertanggung jawab," kata dia melalui keterangan tertulis Yayasan Wings Peduli baru-baru ini.

Ia menambahkan salah satu caranya dengan mengurangi dengan melakukan pemilahan di sumbernya yaitu pada level rumah tangga. Apabila langkah ini dilakukan maka volume sampah non-pilah yang berakhir di tempat pembuangan sampah (TPA) bisa diminimalkan dan efektivitas pengelolaan sampah di hulu dapat meningkat.

Melihat kondisi tersebut Yayasan Wings Peduli (YWP) menyuarakan gerakan #PilahDariSekarang sampah ke masyarakat di tingkat rumah tangga. Upaya ini bertujuan mengurangi sampah plastik yang masih menjadi masalah signifikan bagi lingkungan.

Dalam gerakan ini, YWP mengajak masyarakat menyetorkan sampah terpilah ke Bank Sampah terdekat. Dengan cara demikian diharapkan sampah plastik tidak berakhir ke lingkungan dan mencemari sekitarnya, namun terintegrasi ke pada pendaur.

"Upaya mendorong pemilahan sampah dari tingkat terkecil masyarakat ini diharapkan dapat meningkatkan aksi nyata masyarakat untuk kurangi sampah plastik, yang juga sejalan dengan tema Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini, yakni #BeatPlasticPollution," kata Perwakilan Yayasan Wings Peduli, Sheila Kansil.

Melalui #PilahDariSekarang, YWP mengajak masyarakat terlibat dalam tahap 'Koleksi' sebagai langkah awal siklus pengelolaan sampah plastik, dengan aksi nyata yang bisa dilakukan dari rumah. Dalam kampanye ini, yayasan mengedukasi masyarakat secara langsung sebagai pelaku aktif penghasil sampah.

"Kami dorong mereka untuk melakukan gerakan #PilahDariSekarang dengan tiga langkah, yakni 'Kenali' bahan baku sampahnya, 'Pilah' berdasarkan kategorinya, dan 'Setor' sampah terpilah ke Bank Sampah," ungkap Sheila.

#PilahDariSekarang merupakan kampanye inisiatif YWP yang terdiri dari dua elemen. Pertama adalah edukasi, dimana yayasan mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pemilahan sampah, kategorisasi sampah, hingga kemana sampah terpilah bisa disetor.

Elemen kedua adalahPerangi Penumpukan Sampah di TPA, YWP berkolaborasi, dengan berbagai pihak. Kerjasama dimulai dari merek di bawah Wings Group, pemerintah, organisasi lingkungan, hingga lembaga pendidikan, untuk menjangkau masyarakat di berbagai daerah di Indonesia.

Kampanye #PilahDariSekarang kata Sheila diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk ambil bagian dalam pengelolaan sampah plastik secara terpadu. Hingga saat ini, YWP telah menjangkau ribuan ibu-ibu dan pelajar di berbagai kota di Indonesia, termasuk di Bandung, Cirebon, Tasikmalaya, Indramayu, DKI Jakarta, dan Samarinda.

"Kampanye ini merupakan lanjutan dari upaya YWP untuk pengelolaan sampah, termasuk di antaranya aksi bersih sungai dan laut, pembuatan Tempat Penampungan Sementara (TPS), hingga peresmian Bank Sampah di Jawa Timur dan Jakarta. Hal ini merupakan komitmen lanjutan kami untuk lingkungan yang sejalan dengan filosofi perusahaan bahwathe good things in life should be accessible for all," pungkasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Pelaksanaan program penghapusan bentor

12 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
Megapolitan
Pemprov DKI gelar program o...
Megapolitan
Jelang Pertunjukkan Teater ...
Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.