Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Perang Iran Menyebabkan Lonjakan Inflasi Energi Global Terbesar dalam 25 Tahun Terakhir

📅 Selasa, 14 Apr 2026, 18:43 WIB | Oleh:
Perang Iran Menyebabkan Lonjakan Inflasi Energi Global Terbesar dalam 25 Tahun Terakhir Doc: Istimewa
Ket. UBS melacak inflasi di sekitar 45 negara maju dan berkembang utama; 27 di antaranya telah melaporkan data Maret sejauh ini.

ZURICH - Menurut temuan Bank Swiss UBS, bulan Maret mencatat peningkatan inflasi energi global terbesar dalam setidaknya 25 tahun terakhir.

Dari The Guardian, perang Iran telah menyebabkan kenaikan inflasi energi global terbesar dalam setidaknya 25 tahun terakhir, menurut data terbaru.

UBS telah menganalisis laporan inflasi terbaru dari negara-negara maju dan berkembang, dan menemukan bahwa harga energi naik rata-rata 5,5 persen pada bulan Maret. Angka tersebut melebihi lonjakan yang terlihat setelah dimulainya konflik Rusia-Ukraina pada Maret 2022.

UBS melacak inflasi di sekitar 45 negara maju dan berkembang utama; 27 di antaranya telah melaporkan data Maret sejauh ini.

Arend Kapteyn , kepala global riset ekonomi dan strategi, mengatakan kepada kliennya:

"Peningkatan tersebut bersifat luas. Sekitar dua pertiga dari negara-negara yang melaporkan data mencatatkan kenaikan bulanan pada persentil ke-97 atau lebih tinggi dari distribusi historisnya, yang mencerminkan guncangan harga energi yang tersinkronisasi secara global yang dipicu oleh perkembangan di Timur Tengah."

"Meskipun demikian, ada beberapa pengecualian. Inflasi energi menurun di Swedia—terutama karena penurunan tajam harga listrik (Maret adalah bulan terpanas yang pernah tercatat di Swedia) yang mengimbangi kenaikan harga bahan bakar yang kuat—serta di Estonia dan Slovenia, sementara Chili juga hanya mencatat kenaikan yang moderat."

UBS juga menemukan bahwa kenaikan inflasi utama tetap sedikit di bawah puncak yang dicapai pada Maret 2022.

Hal itu karena empat tahun lalu juga terjadi gangguan rantai pasokan yang akut dan permintaan pasca-pandemi yang luar biasa kuat, yang menyebabkan kenaikan harga di berbagai barang dan jasa.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Pelatihan untuk Tekan Penga...
Nasional
Dinamika Atmosfer Picu Banj...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.