Peran Penting Kelenjar Timus yang Dianggap Tidak Berguna
📅 Rabu, 11 Des 2024, 06:15 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: SHAH MARAI / AFP
Kelenjar timus dianggap tidak berguna sehingga sering dibuka saat operasi jantung karena menghalangi jalan operasi. Namun pengangkatannya ternyata bisa meningkatkan risiko angka kematian pada orang dewasa menjalani timektomi.
Salah satu organ dalam tubuh manusia adalah kelenjar timus. Kurang banyak dikenal, bagian tubuh yang berada di bawah leher ini berbentuk kupu-kupu yang terletak di antara tulang selangka. Organ ini tampak seperti organ tambahan yang dianggap tidak berguna saat seseorang berada pada tahap dewasa.

Selama masa kanak-kanak, kelenjar ini menyediakan tempat bagi sel T (T adalah singkatan dari timus) untuk tumbuh menjadi sel imun yang menyerang kuman seperti virus dan bakteri. Ketika menginjak masa masa remaja, organ ini mulai menyusut dan sebagian besar berhenti memproduksi sel-sel ini.
Pada masa dewasa, kelenjar ini dianggap tidak berguna lagi sehingga dokter bedah jantung kadang-kadang akan mengangkatnya hanya untuk mendapatkan akses yang lebih mudah ke jantung dalam tindakan terapi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Namun, para peneliti baru-baru ini mulai mempertanyakan asumsi tersebut. Sebuah studi yang diterbitkan di The New England Journal of Medicine beberapa waktu lalu membantahnya secara langsung. Kelenjar timus mungkin sebenarnya penting bagi orang dewasa dan pengangkatannya dapat berakibat fatal.
Penelitian baru ini sangat disambut baik karena sangat sedikit penelitian tentang fungsi timus pada orang dewasa,kata Marcel van den Brink, seorang imunolog di Memorial Sloan Kettering Cancer Center yang tidak terlibat dalam penelitian tersebut.
“(Studi baru) pada dasarnya mengkonfirmasi sesuatu yang dipikirkan banyak orang, tetapi kami tidak pernah memiliki bukti yang kuat untuk itu,” ucap van den Brink seperti dikutip dari science.org.
Sebaiknya Anda baca juga:
Untuk mengukur pentingnya timus pada orang dewasa, ahli hematologi Universitas Harvard David Scadden dan rekan-rekannya, menganalisis catatan medis dari hampir 2.300 orang yang telah menjalani operasi dada di Rumah Sakit Umum Massachusetts.
Separuhnya telah menjalani timektomi yaitu prosedur bedah untuk mengangkat timus, kelenjar dengan bentuk segitiga yang terletak di bagian dada dekat jantung. Pengangkatan ini dilakukan untuk mengobati kanker timus atau kondisi autoimun tertentu seperti miastenia gravis, di mana sel-sel T menyerang tubuh dan menyebabkan kelemahan otot.
Hasil temuan tim, dibandingkan dengan pasien operasi dada lainnya, mereka yang menjalani timektomi hampir tiga kali lebih mungkin meninggal selama lima tahun berikutnya. Penyebabnya berbagai hal, mulai dari penyakit menular hingga kanker.
Mereka juga memiliki risiko kanker dua kali lipat, yang cenderung lebih agresif daripada kanker yang berkembang pada orang yang mempertahankan timus mereka. Tren ini terus berlanjut bahkan ketika para peneliti hanya mengamati orang yang tidak memiliki riwayat kanker atau miastenia gravis, melemahnya otot tubuh akibat gangguan pada saraf dan otot. Penelitian menunjukkan bahwa tindakan timektomi itu sendiri menyebabkan peningkatan angka kematian.
Sistem Kekebalan
Selanjutnya, para ilmuwan mengamati bagaimana pengangkatan timus mempengaruhi sistem kekebalan tubuh. Mirip seperti antibodi, setiap sel T hanya menyerang satu jenis molekul seperti protein pada permukaan virus atau bakteri.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!