Penjualan Eceran Diprediksi Naik, Tanda Daya Beli Bangkit?
📅 Rabu, 09 Jul 2025, 14:43 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA FOTO/ Putu Indah Savitri.
JAKARTA – Survei kinerja penjualan eceran memberikan gambaran tentang kesehatan ekonomi suatu negara dan perilaku konsumen.
Survei ini membantu bisnis membuat keputusan yang lebih tepat, memprediksi tren masa depan, dan menyesuaikan strategi pemasaran.
Hasil survei juga digunakan oleh pemerintah dan lembaga keuangan untuk mengambil kebijakan ekonomi yang tepat.
Bank Indonesia (BI) dalam surveinya memprakirakan kinerja penjualan eceran meningkat pada Juni 2025, sebagaimana tecermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) mencapai 233,7 atau tumbuh 2,0 persen year on year (yoy).
"IPR Juni 2025 diprakirakan tumbuh sebesar 2,0 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada bulan sebelumnya, sehingga mencapai level 233,7," kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu (9/7).
Sebaiknya Anda baca juga:
Lebih lanjut, Ramdan menjelaskan bahwa peningkatan tersebut terutama bersumber dari kelompok bahan bakar kendaraan bermotor; suku cadang dan aksesori; serta subkelompok sandang.
Secara bulanan, penjualan eceran pada Juni 2025 juga diprakirakan tumbuh sebesar 0,5 persen month to month (mtm) didorong oleh peningkatan penjualan di sebagian besar kelompok barang, terutama kelompok peralatan informasi dan komunikasi; bahan bakar kendaraan bermotor; serta barang budaya dan rekreasi.
Peningkatan tersebut dipengaruhi oleh faktor musiman, seperti libur sekolah, Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Adha, dan program potongan harga tengah tahun (mid season sale).
Sebaiknya Anda baca juga:
Pada Mei 2025, IPR tercatat 232,4 atau secara tahunan tumbuh sebesar 1,9 persen (yoy), meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yang mencatat kontraksi sebesar 0,3 persen (yoy).
Hal ini terutama didukung oleh pertumbuhan kelompok makanan, minuman, dan tembakau; serta barang budaya dan rekreasi.
Secara bulanan, penjualan eceran pada Mei 2025 mengalami perbaikan dengan mencatat kontraksi sebesar 1,3 persen (mtm), lebih rendah dibandingkan dengan kontraksi sebesar 5,1 persen (mtm) pada bulan sebelumnya sejalan dengan terjaganya permintaan karena periode libur cuti bersama HBKN Waisak dan Kenaikan Yesus Kristus.
Dari sisi harga, tekanan inflasi tiga dan enam bulan yang akan datang, yaitu pada Agustus 2025 diprakirakan menurun, sementara pada November 2025 diprakirakan meningkat.
Hal ini tecermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) Agustus 2025 sebesar 139,6, lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya sebesar 141,9.
Sementara itu, IEH November 2025 diprakirakan meningkat menjadi sebesar 151,3 dari bulan sebelumnya sebesar 144,5.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!