Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pengusaha Unggas Boleh Untung, Namun Jangan Berlebihan

📅 Rabu, 05 Mar 2025, 12:33 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Pengusaha Unggas Boleh Untung, Namun Jangan Berlebihan Doc: Kemendag
Ket. ki-ka: Mendag Budi Santoso, Menko Pangan, Zulkifli Hasan dan Kepala Bapanas, Arief Prasetyo Adi saat Rakor Harga dan Pasokan Daging Ayam pada Selasa,(4/3) di kantor Kemendag, Jakarta.

JAKARTA-Pemerintah mendorong pelaku usaha unggas untuk menjamin stabilitas pasokan ayam ras agar tidak menimbulkan gejolak di pasar dan tingkat konsumen. Di periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) pengusaha boleh untung tetapi yang sewajarnya, jangan berlebihan.

Menteri Perdagangan Budi Santoso membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Harga dan Pasokan Daging Ayam pada Selasa, (4/3) di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta. Rakor membahas kondisi harga dan pasokan daging ayam ras selama periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) puasa dan Lebaran 2025. Juga dibahas sinergi antarpemangku kepentingan guna menjaga stabilitas harga dan pasokan daging ayam ras.

Rakor dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dan turut dihadiri Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi. Rakor juga dihadiri Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian Agung Suganda, perwakilan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Satuan Tugas Pangan Kepolisian RI, BUMN di bidang pangan, asosiasi peternak UMKM, serta perusahaan pembibitan

Mendag Busan menyampaikan, pemerintah mendorong pelaku usaha perunggasan agar dapat menjaga dan memastikan stabilitas harga daging ayam ras, baik di tingkat konsumen maupun di tingkat produsen dan bila memungkinkan tidak melebihi Harga Acuan (HA).

Sinergi antara Pemerintah dan pelaku usaha perlu dijaga, baik melalui pelaksanaan Operasi Pasar (OP) daging ayam, melalui penyerapan dan penyaluran daging ayam ras, maupun kegiatan stabilisasi lainnya khususnya pada momen HBKN puasa dan Lebaran. Momentum ini perlu dijaga, mengingat secara historis pada periode HBKN seperti puasa dan Lebaran, permintaan daging ayam ras selalu naik.

“Kemendag mendukung pelaksanaan OP daging ayam sebagai upaya stabilisasi harga di tingkat peternak dan konsumen. Selain itu, Kemendag mendorong upaya penyerapan dan penyaluran produksi ayam untuk menjaga keseimbangan pasokan dan kebutuhan. Salah satu, melalui fasilitasi kerja sama antara peternak dan pelaku usaha perunggasan,” ujar Mendag, Selasa (4/3).

Menko Zulkifli Hasan berharap, pada puasa dan Lebaran tahun ini tidak ada gejolak harga daging ayam. Untuk itu, ia meminta pelaku usaha unggas untuk meningkatkan suplai daging ayam di pasar. Dia pun mengimbau agar pelaku usaha dapat mengambil keuntungan sewajarnya. 

“Kita ingin pelaku usaha ayam untung. Tapi yang paling penting adalah stok tersedia di pasar. Jika memungkinkan, suplai pasar ditambah dengan harga di bawah harga acuan,” kata Menko Zulkifli 

Hasan. Dalam rakor, pelaku usaha perunggasan, baik peternak UMKM maupun perusahaan perunggasan siap mendukung pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan pasokan daging ayam ras pada periode puasa dan Lebaran. Dari sisi pasokan, pelaku usaha menyampaikan bahwa ketersediaan daging ayam ras cukup dan telah disesuaikan dengan potensi kenaikan permintaan dari masyarakat.

Harga rata-rata daging ayam ras di tingkat konsumen nasional per Maret 2025 adalah sekitar 39.100 rupiah per kilo gram (kg) atau naik 1,56 persen dibanding bulan sebelumnya. Harga tersebut masih berada di bawah HA daging ayam ras yang sebesar 40.000 rupiah perkg.

Secara bulanan, sebanyak 21 daerah di Indonesia mulai menunjukkan kenaikan harga dan kenaikan tertinggi terjadi di Gorontalo. Sedangkan secara mingguan, harga di 26 daerah mulai naik dengan kenaikan tertinggi terjadi di Jakarta. Sementara itu, harga ayam hidup di tingkat peternak tercatat sebesar 21.000 rupiah perkg atau sekitar 16 persen di bawah HA yakni sebesar 25.000 rupiah perkg. 

Di sisi lain, berdasarkan data neraca pangan Bapanas per Maret 2025, stok daging ayam ras nasional tercatat sekitar 507 ribu ton. Jumlah ini cukup untuk memenuhi kebutuhan untuk sekitar 1,5 bulan ke depan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Rona
Penyanyi Legendaris Peabo B...
Megapolitan
Polres Metro Bekasi Kota Be...
Nasional
PT KAI Tutup 116 Perlintasa...
Megapolitan
Wali Kota Bogor Aktivasi Mu...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.