Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pengoperasian Kereta Cepat Diharapkan Bisa Sesuai Jadwal

📅 Sabtu, 11 Feb 2023, 00:03 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Pengoperasian Kereta Cepat Diharapkan Bisa Sesuai Jadwal Doc: ANTARA/HO-PT KCIC/AM
Ket. Pengiriman Electric Multiple Unit (EMU) Kereta Cepat Jakarta - Bandung

JAKARTA - Pengoperasian Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) diharapkan bisa sesuai jadwal, seiring dengan masuknya rangkaian electric multiple unit (EMU) baru-baru ini. Ini menandakan keseriusan pemerintah dalam menghadirkan akses transportasi yang baik di Indonesia.

"Dengan akan beroperasinya KCJB maka kebutuhan akses masyarakat yang cepat bisa segera terwujud," kata peneliti Pusat Riset dan Pengabdian Masyarakat (PRPM) Institut Shanti Bhuana Bengkayang, Kalimantan Barat, Siprianus Jewarut, kepada Koran Jakarta, Jumat (10/2).

Kehadiran KCJB, tambah Siprianus, sangat ditunggu masyarakat, apalagi lalu lintas penduduk di dua kota besar ini sangatlah padat sehingga sangat perlu dukungan moda transportasi yang mumpuni.

Siprianus menegaskan semua warga negara Indonesia perlu mendukung upaya pemerintah dalam mempermudah akses transportasi bagi masyarakat dan salah satunya melalui akses kereta cepat ini.

Sementara itu, pakar transportasi dari Universitas Brawijaya, Malang, Achmad Wicaksono, berharap empat rangkaian EMU KCJB dapat segera diujicoba untuk memastikan kesesuaian spesifikasi alat transportasi tersebut, terutama dalam hal sistem keselamatan.

"Sambil menunggu keseluruhan jalur selesai, tentu diharapkan unit-unit yang baru tiba ini bisa segera diuji coba di jalur perlintasan yang sudah selesai, untuk memastikan apakah sesuai spefikasinya," kata Achmad.

Sistem Keselamatan

Menurut dia, uji coba yang perlu dilakukan, antara lain adalah kecepatan, kemampuan terhadap gradien (melintasi tanjakan), dan yang paling penting adalah sistem keselamatan kereta cepat itu sendiri.

Dalam perkeretapian, tambah Achmad, dikenal dengan sistem persinyalan pada setiap blok yang ada. Maka yang perlu dipastikan bila ada sebuah kereta berhenti, apakah kereta di belakangnya juga otomatis berhenti di blok sebelum kereta di depan.

"Diharapkan dari semua uji coba yang dilakukan nanti bila ada kendala supaya cepat ditemukan solusinya, mengingat sesuai rencana akan dioperasikan sekitar pertengahan tahun ini," tuturnya.

General Manager Corporate Secretary PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), Rahadian Ratry, menginformasikan empat rangkaian EMU KCJB telah tiba di Depo Tegalluar, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Sebanyak 32 kereta KCJB telah tiba seluruhnya pada Jumat ini.

"Sebelum kereta dikirimkan, pihak kami selalu melakukan pre-trip inspection untuk memastikan keamanan dan keselamatan selama perjalanan menuju Depo Tegalluar," ujar Rahadian.

Selain itu, untuk memastikan keamanan proses pengiriman, KCIC juga berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan terkait, di antaranya Korlantas Polri, Jasa Marga, BPJT Kementerian PUPR, serta para kontraktor dan konsultan proyek KCJB.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Berpotensi Melemah Lanjutan...
Olahraga
Iran Membidik Langkah Berse...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.