Pendakian Gunung Rinjani Dibuka 1 April 2026
📅 Selasa, 03 Mar 2026, 16:15 WIB | Oleh: Sujar
Doc: ANTARA/Akhyar Rosidi.
MATARAM -- Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) menyatakan pendakian di kawasan Gunung Rinjani Lombok Nusa Tenggara Barat (NTB) dibuka mulai 1 April 2026 setelah sebelumnya ditutup untuk peningkatan ekosistem kawasan pada musim hujan.
"Jalur pendakian Gunung Rinjani dibuka kembali pada 1 April 2026," kata Kepala Balai TNGR NTB Budhy Kurniawan di Mataram, NTB, Selasa.
Ia mengatakan untuk konservasi dan pendakian berkelanjutan dimulai dari Balai Taman Nasional Gunung Rinjani melalui Ajang Rinjani Begawe 2026 yang akan berlangsung 28 Maret 2026 di Teras Udayana, Kota Mataram.
"Kegiatan ini menjadi penanda resmi pembukaan jalur pendakian Gunung Rinjani sekaligus peluncuran berbagai program strategis berbasis kolaborasi dan pemberdayaan masyarakat," katanya.
Adapun agenda utama yang akan diluncurkan dalam kegiatan tersebut di antaranya program Rinjani 7, Kalender Event Rinjani, Putri Rinjani, deklarasi kerjasama dengan Universitas Mataram, penyerahan SK persetujuan penggunaan air non-komersial.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kegiatan in sebagai wujud sinergi pengembangan ekowisata berkelanjutan," katanya.
Rinjani Begawe bukan sekadar seremoni, kegiatan tersebut adalah ruang kolaborasi untuk memperkuat konservasi dan meningkatkan ekonomi masyarakat.
"Serta memastikan pendakian yang aman, nyaman dan bertanggung jawab," katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pada masa penutupan jalur pendakian tersebut, Balai TNGR juga melakukan survei lokasi jalur pendakian di kawasan dalam rangka peningkatan dan pembangunan sarana maupun prasarana pendakian.
"Ini salah satu upaya untuk peningkatan keselamatan jalur pendakian di kawasan Gunung Rinjani," katanya.
Ia mengatakan adapun lokasi jalur pendakian yang disurvei di antaranya jalur pendakian Aik Berik, Timbanuh dan Tetebatu.
Selain itu, dilakukan survei perencanaan pembangunan sarana pengaman di jalur pendakian Sembalun, Torean dan Senaru.
Kegiatan ini meliputi penentuan titik lokasi pembangunan shelter, pemasangan railing, perbaikan dan penataan jalur, hingga menelusuri sumber mata air, karena air adalah nadi kehidupan di ketinggian terutama di Plawangan Sembalun.
"Kemudian hasil survei tim akan menjadi pedoman utama dalam peningkatan dan pembangunan sarana serta prasarana pendakian," katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!