Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemprov NTB Tetapkan Geopark Rinjani-Tambora Jadi Simpul Kebudayaan Daerah

📅 Minggu, 17 Mei 2026, 19:19 WIB | Oleh:
Pemprov NTB Tetapkan Geopark Rinjani-Tambora Jadi Simpul Kebudayaan Daerah Doc: ANTARA/HO-Diskominfotik NTB
Ket. Ilustrasi sejumlah atlet paragliding terbang mengarungi angkasa di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Kamis (22/5).

MATARAM, NUSA TENGGARA BARAT - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadikan Geopark Rinjani dan Tambora sebagai simpul pengembangan kebudayaan daerah untuk memperkuat identitas budaya sekaligus mendukung pariwisata berbasis masyarakat.

"Geopark Rinjani dan Tambora menjadi titik simpul bagian dari ekosistem kebudayaan NTB," kata Kepala Dinas Kebudayaan NTB Muhamad Ihwan di Mataram, Minggu.

Ihwan mengatakan taman bumi Gunung Rinjani dan Gunung Tambora tidak hanya menjadi kawasan konservasi alam dan destinasi pendakian, tetapi juga bisa diintegrasikan dengan pengembangan budaya lokal.

Desa-desa yang tersebar di kaki Gunung Rinjani dan Tambora hingga pesisir Pulau Lombok maupun Pulau Sumbawa merupakan khazanah budaya yang dapat dijadikan objek dan tujuan pariwisata.

Dinas Kebudayaan NTB mulai menyiapkan berbagai atraksi budaya di kawasan taman bumi tersebut, salah satunya konsep Kopi Budaya yang dapat dinikmati para turis saat berkunjung ke wilayah Sembalun di Lombok Timur.

Konsep Kopi Budaya diyakini mampu memberikan pengalaman wisata berbasis budaya lokal mengingat kawasan di sekeliling Gunung Rinjani banyak ditumbuhi pohon kopi dari jenis arabika dan robusta.

Ihwan menilai NTB memiliki potensi budaya yang masih terjaga kuat dibanding beberapa daerah lain di Indonesia. Potensi itu menjadi modal penting untuk mempercepat promosi kebudayaan ke tingkat nasional hingga internasional.

Ia mengajak seluruh komunitas budaya dan masyarakat untuk ikut terlibat membangun ekosistem kebudayaan daerah dengan mengesampingkan ego sektoral demi mempercepat kemajuan pariwisata dan kebudayaan.

Sebaiknya Anda baca juga:

"Beda tidak masalah, karena setiap orang memiliki pandangan dan cara berpikir masing-masing. Tapi, pada satu titik, kita ubah sama-sama untuk membangun, memajukan, dan lebih cepat menduniakan Nusa Tenggara Barat," ucap Ihwan.

Pemerintah NTB mengarahkan pengembangan kebudayaan daerah dengan tetap mempertahankan tradisi lokal dan mengikuti perkembangan zaman seperti model pengelolaan kebudayaan ala Yogyakarta.

Ihwan menjelaskan bahwa pengembangan budaya lokal di Nusa Tenggara Barat tidak diarahkan menjadi tradisi yang kaku dan tertutup.

"Kami kembangkan budaya tradisional, tapi tidak kuno dengan mengikuti perkembangan kekinian tanpa meninggalkan nilai-nilai Nusa Tenggara Barat. Mungkin bentuknya lebih ke Yogyakarta yang terus mempertahankan kebudayaan," pungkasnya. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...

PIN SPMB Belum Masuk? Ini Penyebab dan Cara Ceknya

46 menit yang lalu | Andes Tanjung

Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.