Pemprov Jakarta Potong Pajak Tontonan Persija Jadi 40 Persen
📅 Kamis, 10 Apr 2025, 16:00 WIB | Oleh: Paundra Zakirulloh
Doc: Persija Jakarta
Gubernur Daerah Khusus Jakarta (DKJ) Pramono Anung mengumumkan kebijakan baru berupa pemotongan pajak tontonan pertandingan Persija Jakarta sebesar 60 persen, sehingga hanya 40 persen yang akan dikenakan kepada penonton. Pernyataan itu disampaikan saat menerima jajaran pemain dan manajemen Persija Jakarta di Balai Kota pada Kamis (10/4/2025).
“Sekarang pajak tontonannya berapa? Bang Doel [Rano Karno] tadi bilang, 50 persen. Udah, [pajak tontonannya] kita buat 40 persen,” ujar Pramono disambut riuh tepuk tangan dari para pemain dan suporter yang hadir.
Pramono bahkan membandingkan kebijakannya dengan mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, yang saat itu menetapkan pajak tontonan sebesar 50 persen.
“Itu lebih tinggi dari Pak Anies karena kecintaan saya pada Persija pasti lebih tinggi!” kata Pramono dengan nada bercanda.
Politikus PDI Perjuangan ini juga menginstruksikan langsung kepada Kadispora DKI Jakarta, Andri Yansyah, agar kebijakan tersebut segera dijalankan.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Kepala Dinas [Pemuda dan Olahraga] ada enggak di sini? Jalankan ya, jangan saya sudah ngomong enggak dijalankan lho,” tegasnya.
Tak hanya soal pajak, Pramono juga menyinggung kesejahteraan pemain, terutama terkait gaji yang belum cair. Ia secara langsung bertanya kepada Muhammad Ferarri dan Witan Sulaiman, dua pemain muda andalan Persija, terkait performa mereka yang dinilai menurun tahun ini.
“Kenapa tahun ini permainannya mulai menurun? Karena punya pacar?” celetuknya, disambut tawa hadirin.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Atau gajinya terlambat? Serius saya nanya ini, gajinya terlambat enggak?” lanjutnya.
Pramono berharap, ke depan tidak ada lagi masalah keterlambatan gaji yang mengganggu fokus pemain. Ia menekankan pentingnya menjaga profesionalisme dan performa, karena Persija adalah klub dengan sejarah panjang dan dukungan suporter yang luar biasa.
Dengan dukungan penuh dari Pemprov, mulai dari kebijakan fiskal hingga komitmen penyelesaian masalah internal, Pramono tampak serius ingin mengembalikan kejayaan Macan Kemayoran bukan hanya di lapangan, tetapi juga secara kelembagaan.
Apakah kebijakan ini mampu mendorong Persija untuk lebih solid dan bersaing di papan atas Liga 1? Waktu yang akan menjawab.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!