Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemprov DKI Tata Museum Jadi Lebih 'Friendly' dan Tidak Kuno

📅 Minggu, 28 Jul 2024, 11:36 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemprov DKI Tata Museum Jadi Lebih 'Friendly' dan Tidak Kuno Doc: ANTARA/Lia Wanadriani Santosa
Ket. Ondel-ondel sebagai salah satu ikon budaya Betawi yang dipamerkan di Museum Betawi, Perkampungan Budaya Betawi, Jakarta Selatan, Minggu (28/7/2024).

JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengatur tata pamer koleksi di museum agar menjadi lebih ramah pengunjung sekaligus menghilangkan kesan kuno pada gedung yang sebagian merupakan cagar budaya tersebut.
"Beberapa museum sekarang itu tata pamernya harus lebih 'friendly'. Jadi masuk museum tuh tidak seperti masuk rumah kuno," kata Ketua Subkelompok Sejarah dan Permuseuman Dinas Kebudayaan DKI Jakarta Bayu Niti Permana di Jakarta, Minggu (28/7).Sejumlah museum di bawah naungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI yang sudah diatur tata pamernyaantara lain Museum Sejarah Jakarta, Museum Seni Rupa dan Keramik, Museum Joang '45 dan Museum Bahari."Sudah ada tata pamernya, ada alur kunjungannya. Museum Bahari sudah sebagian, masih mempertahankan klasiknya," ujar Bayu.Saat ini, Pemprov DKI mengatur tata pamer Museum Wayang dan menambahkan teknologi imersif pada salah satu ruangan museum tersebut.

DKI juga dijadwalkan mengatur tata pamer Museum Betawi namun belum dapat dipastikan waktunya.Adapun sejumlah museum di Jakarta yang sudah memiliki tata pamer yang baik antara lain Museum Bank Indonesia (BI), Museum Macan dan Museum Batik Indonesia yang berada di bawah naunganIndonesian Heritage Agency(IHA)."Museum BI termasuk ideal untuk kelas kita, Museum Macan lebih oke lagi, memang punya pangsa pasar sendiri untuk lokasi swafoto karena koleksi berganti cepat, lalu ruangnya besar dan banyak," kata dia.Bayu mengatakanpengaturan tata pamer membutuhkan sentuhan tangan pihak swasta dan kalangan akademisi, misalnya, terkait teknologi yang bisa diterapkan dan desain interior. Suasana museum, kata dia, harus bisa menginspirasi dan bahkan menggali memori."Kami harapkan dari teman-teman universitas bisa membantu memberikan pencerahan untuk teman-teman di museum. Misalnya, desain dan teknologi baru. Apalagi kalau kuratornya canggih," kata Bayu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

DPR Merespons Berbagai Isu Terkini

43 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
DPR Merespons Berbagai Isu ...
Luar Negeri
Presiden Marcos Jr Desak Pa...
Luar Negeri
Thaksin Shinawatra Diberi P...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.