Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemkot Yogyakarta Tambah Alat Penghadang Sampah di Empat Sungai

📅 Sabtu, 30 Agu 2025, 15:55 WIB | Oleh:
Pemkot Yogyakarta Tambah Alat Penghadang Sampah di Empat Sungai

YOGYAKARTA – Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) berencana menambah pemasangan *floating trash barrier* atau alat penghadang sampah di sejumlah sungai. Sedikitnya tujuh unit tambahan akan dipasang di empat sungai, yakni Winongo, Code, Manunggal, dan Gajah Wong.

Kepala Bidang Perencanaan dan Pengendalian Lingkungan Hidup DLH Kota Yogyakarta, Very Tri Jatmiko, menjelaskan pengadaan tersebut akan menggunakan anggaran dari APBD Perubahan 2025 dengan alokasi sekitar Rp100 juta.

“Rencana penambahan ada tujuh titik. Insya Allah realisasinya pada November mendatang,” ujar Very saat dikonfirmasi, Jumat (29/8/2025).

Sebelumnya, empat *trash barrier* telah terpasang di Sungai Code dan Winongo, masing-masing di bagian hulu dan hilir. Pola yang sama akan diterapkan pada pemasangan tambahan, khususnya di lokasi yang selama ini belum terpasang.

Menurut Very, keberadaan *trash barrier* terbukti mempermudah petugas pembersih sungai atau ulu-ulu dalam mengendalikan sampah. Alat tersebut efektif menjaring sampah agar tidak terbawa arus dan menyebar di sepanjang badan sungai.

“Dengan adanya *trash barrier*, pembersihan sampah bisa lebih cepat, efektif, dan efisien,” ujarnya.

Ketua komunitas Pemerti Code, Totok Pratopo, mengapresiasi langkah DLH. Menurutnya, alat penghadang sampah ini sangat membantu dalam menjaga kebersihan sungai meski masih memiliki keterbatasan.

“Kalau debit air meningkat, ada kemungkinan sampah lolos di bagian bawah. Tapi secara umum, upaya DLH ini patut diapresiasi. Ke depan, perlu dipikirkan bagaimana alat ini tetap efektif saat banjir,” kata Totok ketika ditemui dalam kegiatan bersih-bersih Sungai Code belum lama ini.

Totok juga menyoroti kendala yang dihadapi ulu-ulu saat mengangkut sampah yang terjaring di *trash barrier*, terutama di kawasan Jetisharjo. Akses dari sungai ke atas talud dinilai belum memadai sehingga menyulitkan proses pengangkutan.

“Perlu ada fasilitas tambahan seperti kantong sampah atau titik angkut yang memudahkan petugas membawa sampah ke atas bantaran,” tambahnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...

PIN SPMB Belum Masuk? Ini Penyebab dan Cara Ceknya

53 menit yang lalu | Andes Tanjung

Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.