Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemkot Persiapkan Intervensi Serentak Cegah Stunting di Solok

📅 Sabtu, 08 Jun 2024, 00:21 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemkot Persiapkan Intervensi Serentak Cegah Stunting di Solok Doc: ANTARA/HO-Diskominfo Solok
Ket. Tim Percepatan Penurunan Stunting Kota Solok, Sumatera Barat saat melakukan rapat koordinasi persiapan intervensi serentak cegah stunting di kota itu.

Solok - Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kota Solok, Sumatera Barat mempersiapkan intervensi serentak sebagai salah satu bentuk komitmen untuk mempercepat penurunan angka stunting di daerah itu.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Solok Syaiful di Solok, Jumat, menyebutkan angka stunting di Kota Solok masih berada pada angka 16,3 persen, masih jauh dari target yang telah ditetapkan.

Selain itu, saat ini masih terdapat beberapa permasalahan yang ditemui di lapangan, di antaranya yang menjadi sasaran yaitu calon pengantin, ibu hamil dan balita yang masih rendah minatnya mengunjungi faskes, kemudian masalah koordinasi dan sosialisasi juga harus lebih ditingkatkan.

Tidak hanya itu, kader yang telah terlatih harus dimaksimalkan lagi perannya. Sebagian masyarakat juga belum menyadari dampak ke depan yang bisa diakibatkan oleh stunting tersebut.

"Stunting ini ibarat kita dikejar hujan, jika tidak segera maka konsekuensinya akan basah kuyup semua," ujar dia.

Menghadapi hal tersebut, Pemkot Solok melalui TPPS bergerak cepat melakukan koordinasi guna menyiapkan segala hal terkait intervensi tersebut, di samping juga menindaklanjuti surat edaran dari pusat dan gubernur Sumatera Barat.

Menurutnya dibutuhkan keseriusan semua pihak agar terjadi penurunan angka stunting ini. Bahkan harus mampu melakukan delapan aksi konvergensi dan menerapkan 10 rencana intervensi tersebut.

Data harus lebih lengkap mulai dari by name by addresanak dengan stunting. Kemudian data keluarga yang berpotensi stunting, ibu hamil serta pasangan yang akan segera menikah. Inilah yang menjadi sasaran utama saat ini.

"Kita sangat mengharapkan dukungan semua pihak agar hal ini bisa segera berjalan. Jika diperlukan kita juga minta dukungan dari forkopimda dan juga pihak swasta. Setelah ini bentuk tim kecil guna bicara hal yang lebih teknis. Intinya dengan berbagai cara kita harus mengajak kembali masyarakat agar mau datang ke posyandu atau pun puskesmas," kata Syaiful.

Ia juga mengharapkan setiap OPD menunjukkan perannya masing-masing terutama camat dan lurah sebagai ujung tombak di lapangan, termasuk kader-kader yang ada agar tetap semangat dalam penurunan angka stunting di Kota Solok.

Selain itu, sebagai salah satu bentuk komitmen untuk mempercepat penurunan stunting, pemerintah telah menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 72 tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.

Perpres ini merupakan payung hukum bagi Strategi Nasional (Stranas) Percepatan Penurunan Stunting yang telah diluncurkan dan dilaksanakan sejak tahun 2018. Perpres ini juga untuk memperkuat kerangka intervensi yang harus dilakukan dan kelembagaan dalam pelaksanaan percepatan penurunan stunting.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
SPMB 2026 Bengkulu Tanpa Ti...
Megapolitan
Pemutihan Pajak Kendaraan B...
Megapolitan
30 Rumah di Tanah Tinggi Ja...
Megapolitan
Dua WNA Ditemukan Meninggal...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.