Pemkot Bandung Tambah Personel Kebersihan dan Siagakan Tim Darurat Hari Minggu
📅 Selasa, 02 Des 2025, 03:15 WIB | Oleh: Ilham Sudrajat
Doc: Humas Kota Bandung
BANDUNG - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memastikan tempat pembuangan sementara (TPS) berada dalam kondisi terkendali tanpa penumpukan sampah.
Namun, untuk meningkatkan respons darurat pada musim hujan dan cuaca ekstrem, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menguatkan personel serta penyesuaian operasional pengangkutan sampah, khususnya pada hari Minggu.
Wali Kota Farhan mengungkapkan, selama ini hari Minggu menjadi satu-satunya hari tanpa pengangkutan sampah karena tempat pembuangan akhir (TPA) ditutup selama 24 jam.
“Setiap hari Minggu kita melakukan pengumpulan tanpa pengiriman. TPA ditutup mulai Minggu pukul 00.00 WIB sampai Senin pukul 06.00 WIB. Karena itu hanya ada pembersihan, bukan pengangkutan,” jelas dia di Balai Kota Bandung, Senin (1/12).
Namun, melihat situasi darurat yang kerap muncul saat hujan deras, Wali Kota Farhan memerintahkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menyiapkan satu tim khusus pengangkutan yang siaga pada hari Minggu.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Mulai sekarang, DLH harus mempersiapkan minimal satu tim yang responsif terhadap keadaan darurat di hari Minggu," ujar dia.
Wali Kota Farhan juga menyoroti kekurangan jumlah petugas penyapu jalan di Kota Bandung. Saat ini terdapat sekitar 800 petugas yang telah mengikuti pola kerja baru, dimulai pukul 04.00 pagi. Pasukan Gober kewilayahan juga diarahkan mengikuti jam kerja yang sama.
“Walaupun jumlahnya sudah cukup banyak dan sudah mulai kerja pukul 4 pagi, tetap saja masih kewalahan,” ujar dia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Untuk mengatasi hal tersebut, Pemkot Bandung bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) akan mencari peluang penambahan anggaran guna menambah personel penyapu jalan.
“Perkiraan kami jumlah idealnya mungkin sama dengan jumlah RW, yaitu 1.597 orang. Tidak ada jalan lain, jumlah ini harus ditambah,” kata Wali Kota Farhan.
Menurut dia, kebutuhan personel bukan hanya pada sektor kebersihan, tetapi juga berdampak pada kebutuhan peningkatan jumlah anggota Satpol PP.
“Mau tidak mau, penambahannya berdampak ke Satpol PP juga. Kita harus memperhitungkan aspek keamanan dan pengawasan,” ujar dia.
Dengan jam kerja yang dimulai lebih dini, Wali Kota Farhan menegaskan bahwa aspek keselamatan petugas menjadi prioritas.
“Saya akan meminta DLH mendesain rompi baru yang lebih terang-benderang. Pernah terjadi kejadian petugas terserempet kendaraan di Jalan Ahmad Yani dan Jalan Nasution," ungkap dia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!