Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemkab Sumenep Bina UMKM Gunakan Transaksi Digital

📅 Sabtu, 21 Jun 2025, 23:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemkab Sumenep Bina UMKM Gunakan Transaksi Digital Doc: ANTARA
Ket. Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, saat menghadiri acara festival desa wisata di Sumenep.

SUMENEP – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Jawa Timur, terus melakukan pembinaan kepada para usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayah itu agar mengubah pola transaksi dari manual kepada digital.

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, mengatakan langkah itu untuk membangun ekosistem digital, sekaligus bagian dalam mendukung pertumbuhan ekonomi inklusif, untuk memperkuat daya saing pelaku UMKM di era digital saat ini.

"Selain itu, digitalisasi transaksi sangat penting untuk menciptakan efisiensi dan memperluas akses pasar bagi pelaku usaha," katanya di Sumenep, Sabtu (21/6).

Ia menjelaskan program transaksi digital bagi pelaku UMKM di Kabupaten Sumenep dengan menggunakan QRIS.

Sebagai percontohan, pihaknya telah menerapkan pola transaksi digital ini di dua pasar tradisional, yakni Pasar Minggu dan Pasar Tajamara.

"Ke depan, semua pasar tradisional kami harapkan bisa menggunakan pola pembayaran ini, sehingga transaksi digital lebih banyak di kabupaten ini," katanya.

Secara terpisah, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Sumenep Faruk Hanafi mengatakan pemerintah daerah sejak 2021 telah membentuk Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD), untuk menerapkan sistem pembayaran non-tunai dalam berbelanja dan penerimaan daerah, termasuk untuk pajak dan retribusi.

“Program digitalisasi yang berjalan, di antaranya pengembangan e-PBB melalui pembayaran QRIS, penerbitan e-SPPT di desa dan kelurahan, hingga penerapan QRIS untuk pembayaran pajak restoran, hotel, dan layanan kesehatan di puskesmas wilayah kepulauan,” katanya.

Pemkab Sumenep berkepentingan agar semua transaksi keuangan menggunakan pembayaran digital, karena dengan cara itu akan lebih mudah untuk dilakukan pengawasan.

"Melalui transaksi digital ini, berbagai upaya penyimpangan juga bisa dicegah, termasuk kemungkinan adanya upaya penggelapan dalam bidang retribusi," katanya.

Menurut data Pemkab Sumenep, jumlah pelaku UMKM di daerah paling timur di Pulau Madura itu mencapai 282.711 orang, 50 persen di antaranya telah menggunakan transaksi digital.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp84.400/...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

45 menit yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Olahraga
Janice Tjen Mulus ke Peremp...
Nasional
Grab Tegaskan Rumor Hengkan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.