Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemkab Bandung siapkan TPS3R di tiap desa guna tangani masalah sampah

📅 Selasa, 12 Mar 2024, 16:15 WIB | Oleh:
Pemkab Bandung siapkan TPS3R di tiap desa guna tangani masalah sampah Doc: ANTARA/Rubby Jovan
Ket. Bupati Bandung Dadang Supriatna saat meletakan batu pertama dalam pembangunan Tempat Pembuangan Sampah Reduce Reuse Recycle (TPS3R) di Rancekek, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Selasa (12/3/2024).

Kabupaten Bandung - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung, Jawa Barat (Jabar), menyiapkan Tempat Pembuangan Sampah Reduce Reuse Recycle (TPS3R) pada masing-masing desa untuk mengatasi sampah secara berkelanjutan.

"Harapan kamidua tahun ke depan tidak butuh Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) lagi. Ini dalam rangka upaya kami membangun TPS3R di masing-masing kecamatanatau di masing-masing desa dan kelurahan," kata Bupati Bandung Dadang Supriatna di Kabupaten Bandung, Selasa.

Berdasarkan jumlah penduduk, kata dia, Kabupaten Bandung ada3,7 juta jiwa yang menghasilkan 0,3 kilogram sampah/hari/orang, sehingga dalam sehari bisa menghasilkan 1.821 ton per hari.

"Sampai saat ini masih menyisakan 260 sampai 300 ton per hari. Ini yang harus kita sikapi. Maka kita melakukan inovasi, bahwa setiap kecamatan dan tahun ini satu tempat untuk penyelesaian sampah dengan peralatan pengolahan sampah," katanya.

Dia menjelaskan kehadiran TPS3R di setiap desa nantinya menggantikan peran TPA Sarimukti di Kabupaten Bandung Barat yang sudah tidak mampu menampung sampah secara optimal.

"Yang pada akhirnya persoalan sampah bisa selesai di masing-masing desa dan kelurahan," katanya.

Dia juga menekankan kepada masyarakat mengelola sampah selesai dari sumber, karena Kabupaten Bandung tidak bisa terus menerus mengandalkan TPA Sarimukti sebagai solusi dalam penanganan sampah.

"Tentunyaini untuk bisa dijadikan pekerjaan rumah kita bersama untuk menyelesaikan persoalan sampah sampai tingkat kelurahan," katanya.

Selain itu, kata dia, saat ini Pemkab Bandung sudah bekerjasama dengan perusahaan-perusahaan yang ada di kabupaten itu untuk penanganan sampah yang diproses menjadi bahan bakar alternatif (Refuse Derived Fuel/RDF)

"RDF ini adalah salah satu untuk penggantinya batu bara. Yang pada akhirnyasetiap perusahaan yang memerlukan RDF dari hasil pengolahan sampah ini, ada diskon pajak setiap tahunnya," kata Dadang.

Ia berharap semua pihak untuk bekerja sama dan saling bantu melalui Program Pentahelix, sehingga persoalan sampah bisa selesai.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.