Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemerintah Harus Batasi Ruang Oligarki yang Berupaya Memiskinkan Rakyat

📅 Kamis, 07 Agu 2025, 01:05 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Pemerintah Harus Batasi Ruang Oligarki yang Berupaya Memiskinkan Rakyat Doc: antara
Ket. Prabowo Subianto Presiden RI - Pemain-pemain di ekonomi ini ada yang niatnya hanya cari keuntungan sebesar-besarnya, tidak peduli rakyat kondisinya kayak apa.

JAKARTA - Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan sikap pemerintah yang tidak menerima adanya upaya-upaya sistematis yang berpotensi memiskinkan rakyat demi kepentingan segelintir pihak.

“Kita tidak bisa dibohongi, kita tidak bisa ditipu lagi, kita ingin baik, kita ingin beri kesempatan kepada semua tapi kita tidak rela rakyat Indonesia dimiskinkan terus,” kata Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna, di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (6/8).

Presiden menyebut terdapat aktor-aktor dalam sistem ekonomi yang memiliki agenda berbeda dari kepentingan nasional dan berorientasi pada keuntungan semata tanpa memedulikan kondisi masyarakat.

Menurutnya, pihak-pihak tersebut bahkan dinilai tidak segan untuk terus menekan kesejahteraan rakyat demi mengakumulasi kekayaan.

“Pemain-pemain di ekonomi ini ada yang niatnya hanya cari keuntungan sebesar-besarnya, tidak peduli rakyat kondisinya kayak apa. Bila perlu rakyat dimiskinkan terus agar mereka bisa menghisap kekayaan kita bagaikan menghisap darah, ada, ini namanya realisme,” kata Presiden.

Kepala Negara menegaskan bahwa pemerintah tidak akan tinggal diam terhadap praktik-praktik ekonomi yang merugikan rakyat.

Prabowo menekankan bahwa seluruh jajaran kabinet telah menyadari kondisi tersebut dan tidak akan membiarkan rakyat terus berada dalam tekanan ekonomi.

“Kita bukan anak kecil, kita duduk di sini, di Kabinet ini saya sebagai Presiden, Wakil Presiden dan semua kita di sini bukan anak-anak kecil, kita tidak bisa dibohongi,” kata Presiden seperti dikutip dari Antara.

Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Esther Sri Astuti sepakat dengan pernyataan Presiden Prabowo, karena itu dirinya mendorong agar ruang bagi oligarki untuk menguasai kue ekonomi lebih banyak lagi dibatasi.

“Kesempatan bagi oligarki harus dibatasi. Buktinya selama ini ekonomi tumbuh tetapi tidak merata. Gini ratio sekitar 0,38 selama beberapa tahun terakhir tidak ada perubahan signifikan. Tingkat kemiskinan juga tidak ada perubahan signifikan,”tegas Esther.

Esther berharap pemerintah memberikan saja bukti melalui program program yang berpihak,terhadap rakyat yang bisa menyejahterakn rakyat, terutama menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berdampak terhadap rakyat dan mengurangi ketimpangan ekonomi.

Pertumbuhan ekonomi ujarnya bukan sekadar performa di atas kertas seperti capaian pertumbuhan ekonomi 5,12 persen tetapi realitasnya ekonomi sedang melambat dengan beberapa indikator, seperti penjualan kendaraan turun, Purchasing Managers Index (PMI) manufaktur terkontraksi, Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di mana-mana dan ⁠konsumsi serta ⁠investasi asing menurun.

Gerak Cepat

Sementara itu, pengamat politik dan Wakil Rektor Tiga, Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Surokim Abdussalam, mengatakan, aparat penegak hukum harus segera menindaklanjuti pernyataan Presiden Prabowo.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Tim Piala Dunia, Maroko Dapat Menjadi Kuda Hitam

18 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Maroko Dap...
Olahraga
Laga Generasi Baru Menuju F...

Tim Piala Dunia, Mampukan Brasil Juara Keenam Kalinya?

30 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Mampukan B...
Nasional
Dongkrak Kedatangan Turis, ...
Rona
Sering Melotot Belum Tentu ...
Daerah
RSUD Prambanan Ada Bau-bau ...
Daerah
Siswa Jalani Ujian Kenaikan...

Antisipasi Kemarau, Masa Tanam Dipercepat

53 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Antisipasi Kemarau, Masa Ta...
Daerah
Cukup Bagus Hasil Penanaman...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.