Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Peluang Usaha di IKN Tinggi, Investor Diyakini Akan Berdatangan

📅 Senin, 06 Feb 2023, 13:57 WIB | Oleh: Tim Penulis
Peluang Usaha di IKN Tinggi, Investor Diyakini Akan Berdatangan Doc: Setkab.go.id
Ket. Presiden Jokowi saat meresmikan IKN di Titik Nol.

JAKARTA - Pemerintah Indonesia menggelar kegiatan Indonesia Pavilion dengan mengusung tema Experience Indonesia dalam perhelatan World Economic Forum (WEF) pada 16-20 Januari 2023 di Davos, Swiss. Pada gelaran tersebut, pemerintah juga memaparkan perkembangan dan peluang bisnis di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.

Seperti diketahui, pemerintah berkomitmen bahwa 80 persen dari anggaran pembangunan IKN Nusantara akan dibiayai oleh investor dan sisanya melalui APBN. Saat ini IKN telah masuk ke dalam daftar Proyek Strategis Nasional. Pemerintah menargetkan menggelar Upacara Hari Kemerdekaan Indonesia di sana pada 17 Agustus 2024.

Direktur Eksekutif Segara Research Institute, Piter Abdullah mengatakan investor seharusnya mau menanamkan modal di IKN Nusantara karena IKN memiliki potensi menjadi pusat ekonomi baru di Indonesia. "Investor pasti bisa melihat masa depan dari IKN ini," kata Piter.

Menurut Piter, Pemerintah seharusnya percaya diri kalau investor akan berdatangan ke IKN Nusantara. "Yang paling penting buat investor adalah Pemerintah harus bisa menunjukan ke para investor bahwa adanya kepastian dalam berinvestasi di IKN Nusantara," tambah Piter.

Piter menambahkan kepercayaan investor akan meningkat apabila pembangunan infrastruktur sudah terlihat dan fisik perkantoran Kementerian dan Lembaga Pemerintah yang vital sudah dibangun. "Jika fisik gedung Lembaga Pemerintah seperti Bank Indonesia, OJK, Kementerian Keuangan sudah jadi, saya yakin investor akan berdatangan ke IKN Nusantara," ujarnya.

Kepala Otorita IKN Nusantara (OIKN), Bambang Susantono, dalam rilis pers yang diterima, Senin (6/2), mengatakan bahwa pemerintah menyadari pentingnya kepastian hukum dalam investasi bagi para penanam modal. IKN Nusantara sudah memiliki payung hukum sehingga rencana pemindahan ibu kota bisa dipastikan akan terus berlanjut apabila tidak ada kondisi kahar.

Mengenai peluang investasi di IKN Nusantara, menurut Bambang ada beberapa sektor yang memilki peluang bagus, antara lain transportasi, pendidikan, pengembangan energi, industri pertanian berkelanjutan dan teknologi kota cerdas serta masih banyak lagi sektor yang menarik.

"Hingga saat ini sudah lebih dari 70 perusahaan swasta yang mengirimkan letter of intent ke OIKN sebagai pernyataan minat berinvestasi di IKN. 11 diantaranya berasal dari Malaysia yang beberapa waktu lalu diserahkan langsung kepada OIKN dihadapan Presiden RI dan Perdana Menteri Malaysia. Saya sangat yakin proyek IKN akan mendatangkan banyak investor baik dari luar negeri maupun dalam negeri," jelas Bambang.

Kemudian diinformasikan juga, beberapa pembangunan infrastruktur di IKN Nusantara telah selesai 100 persen di tahun 2022, antara lain pembangunan jalan lingkar Sepaku 1, jalan lingkar Sepaku 2 dan jalan lingkar Sepaku 3. Pembangunan jalan tol IKN segmen 3A (Karangjoang-KKT Kariangau), segmen 3B (KKT Kariangau - Sp Tempadung) dan segmen 5A (Sp Tempadung- Jembatan Pulau Balang) sudah mulai dikerjakan dan direncanakan rampung pada Juni-Juli 2024.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Pemerintah Perlu Fokus Perc...

UMKM Didorong Tembus Rantai Global

45 menit yang lalu | Lukman

Nasional
UMKM Didorong Tembus Rantai...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.