Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pejabat Asosiasi Sepak Bola Jepang Dijatuhi Hukuman Percobaan di Prancis karena Menonton Gambar Kekerasan Seksual Anak

📅 Rabu, 08 Okt 2025, 07:55 WIB | Oleh:
Pejabat Asosiasi Sepak Bola Jepang Dijatuhi Hukuman Percobaan di Prancis karena Menonton Gambar Kekerasan Seksual Anak Doc: AFP
Ket. Masanaga Kageyama

PARIS, PRANCIS - Pejabat tinggi Asosiasi Sepak Bola Jepang (JFA), Masanaga Kageyama, dijatuhi hukuman penjara 18 bulan dengan masa percobaan oleh pengadilan di Prancis setelah kedapatan menonton gambar kekerasan seksual terhadap anak di dalam pesawat. Hal itu dikonfirmasi oleh pejabat pengadilan pada hari Selasa (7/10).

Menurut laporan Le Parisien, Kageyama, yang menjabat sebagai Direktur Teknik JFA, ditangkap saat pesawat yang ditumpanginya transit di Bandara Charles de Gaulle, Paris, dalam perjalanan menuju Chile pekan lalu. Ia disebut tengah menuju Piala Dunia U-20 yang akan digelar di negara tersebut.

“Fakta tersebut diketahui oleh kru kabin pesawat yang melaporkan setelah melihat pria tersebut menonton gambar pornografi anak di dalam pesawat,” demikian pernyataan dari kantor jaksa di Bobigny, wilayah utara Paris, kepada AFP.

Pengadilan kemudian menjatuhkan hukuman penjara 18 bulan dengan masa percobaan serta denda sebesar 5.000 euro (sekitar 95 juta rupiah) kepada pria berusia 58 tahun itu atas tuduhan mengimpor, memiliki, merekam, atau menyimpan materi pornografi yang melibatkan anak di bawah usia 15 tahun.

Selain itu, Kageyama dilarang bekerja dengan anak di bawah umur selama 10 tahun dan tidak diperbolehkan kembali ke Prancis selama satu dekade ke depan. Namanya juga akan dimasukkan ke dalam daftar pelaku kejahatan seksual nasional Prancis.

Asosiasi Sepak Bola Jepang segera mengumumkan bahwa Kageyama akan diberhentikan dari jabatannya dengan segera.

Le Parisien menambahkan bahwa awak kabin Air France menangkap basah Kageyama menonton gambar tersebut di laptopnya di kabin kelas bisnis. Saat diperiksa, ia mengaku sebagai seorang seniman dan berdalih bahwa foto-foto itu dihasilkan oleh kecerdasan buatan (AI).

Namun, dalam sidang pengadilan, Kageyama mengakui bahwa ia memang menonton gambar-gambar tersebut. Ia mengaku tidak tahu bahwa hal itu merupakan pelanggaran hukum di Prancis dan menyatakan rasa malu atas perbuatannya.

Kageyama sempat ditahan oleh pihak kepolisian selama akhir pekan sebelum dihadapkan ke pengadilan pada Senin. Ia kemudian dibebaskan setelah sidang selesai.

Sebagai Direktur Teknik JFA, Kageyama berperan penting dalam pengembangan program pembinaan sepak bola Jepang, termasuk peningkatan kualitas tim nasional, pendidikan pelatih, serta pengembangan pemain muda. Sebelumnya, ia merupakan pemain profesional di J-League dan pernah melatih sejumlah klub serta tim nasional Jepang kelompok usia U-18, U-19, dan U-20.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.00...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.