Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pedagang Bakso Bangun Jalan di Kampung Halaman

📅 Minggu, 05 Jan 2025, 22:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pedagang Bakso Bangun Jalan di Kampung Halaman Doc: ANTARA/Laily Rahmawaty
Ket. Suwadi atau Sam Ferry, pedagang bakso di Batam yang viral bangun jalan di Malang, Jawa Timur, berbagi cerita di salah satu gerainya di Kota Batam, Kepulauan Riau, Jumat (3/1/2025).

BATAM – Akhir Desember 2024, nama Sam Ferry viral di media sosial. Pria asal Desa Bale Asri, Malang, Jawa Timur, yang dikenal sebagai pemilik usaha Bakso Gunung di Kota Batam, Kepulauan Riau, itu jadi perbincangan lantaran aksi sosialnya membangun jalan di kampung halamannya.

Jalan sepanjang 1,5 km dan lebar enam meter yang dibangun secara bergotong-royong bergiliran oleh warga Dusun Segelan sejak 2017 itu didanai dari uang pribadi Sam Ferry. Tanpa mau menyebutkan nominal yang telah digelontorkannya untuk membiayai pembangunan jalan itu, Suwadi (52) nama lahirnya, masih akan melanjutkan pembangunan jalan di kampung halamannya hingga mencapai 5,5 km.

Sejak 2016 jalan itu rusak, belum beraspal. Warga pun kesulitan melintasi jalan tersebut.Berangkat dari keprihatinan itulah yang membuat Sam Ferry terpanggil untuk memajukan kampung halaman yang sudah ditinggalkannya merantau sejak usia 16 tahun.

Sebenarnya, bukan hanya membangun jalan saja yang jadi sumbangsihnya. Bersama sang istri, Sri Asmani (57), Suwadi atau Sam Ferry telah membangun masjid, lapangan sepak bola, dan fasilitas umum lainnya untuk kenyamanan desanya.

Karena kontribusinya terhadap pembangunan di desa, banyak warga di kampung menyarankannya mencalonkan diri sebagai bupati. Namun, bukan itu yang jadi motivasi ayah tiga anak itu membangun fasilitas umum di tanah kelahirannya.

“Niatnya ibadah, lillahi ta’ala. Karena awalnya (niat), ke mana saya menyalurkan sedekah saya,” kata Ferry saat ditemui di rumahnya di Batam, awal 2025.

Pekerja keras

Di mata Sri Asmani, perempuan asal Malang yang dinikahinya 30 tahun silam, sosok Ferry adalah laki-laki pekerja keras, fokus pada tujuan hidup, dan berorientasi untuk terus mengembangkan usaha rintisannya dengan harapan anak-anaknya kelak dapat hidup lebih baik darinya.

Pencapaian Ferry saat ini diraih dengan kerja keras, cermat melihat peluang, serta gigih menyisihkan penghasilan untuk ditabung dan diinvestasikan. Total sudah delapan cabang Bakso Gunung didirikannya di Batam, tujuh ruko punya sendiri dan satu ruko sewa. Rencananya, tahun ini akan buka lagi cabang ke sembilan di Sekupang dengan membeli ruko tanpa utang.

Ferry membangun usaha secara otodidak dengan bekal pendidikan formal lulus sekolah menengah pertama (SMP). Usaha bakso dipilih karena kegemaran, dan kebetulan kampung halamannya terkenal dengan kuliner bakso malang.

Sejak usia 16 tahun memilih bekerja menafkahi diri, Ferry tak mampu melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA lantaran tak punya biaya. Hidup sebagai anak petani miskin, tumbuh bersama enam saudara lainnya yang juga tak tamat SMA.

Karena tidak memiliki keterampilan, Ferry bekerja sebagai buruh cangkul di kampung halaman dengan upah 700 rupiah per hari. Pekerjaan itu dilakoninya selama beberapa bulan. Ketika ada teman yang mengajaknya bekerja jualan bakso di Kuningan, Jawa Barat, Ferry hijrah dan memulai pekerjaan menjadi penjual bakso pikul. Ketika itu, dia sehari berjalan kaki keliling dari perumahan ke perumahan.

Pekerjaan menjual bakso pikul keliling kampung disukainya karena sehari bisa menghasilkan 3.000 rupiah dari upah bagi hasil jualan. Pendapatan ini empat kali lipat dari penghasilan sebelumnya sebagai buruh cangkul. Dia pun bertahan sampai enam bulan.

Hingga menjelang usia 20 tahun, Ferry mencoba kesempatan baru, yakni jualan bakso gerobak di Bali, tepatnya di Jimbaran. Selama dua tahun, dia mendorong gerobak sejauh 4 km Jimbaran–Nusa Dua Bali, menjajakan bakso di kompleks-kompleks perumahan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

DPR Merespons Berbagai Isu Terkini

43 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
DPR Merespons Berbagai Isu ...
Luar Negeri
Presiden Marcos Jr Desak Pa...
Luar Negeri
Thaksin Shinawatra Diberi P...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.