Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Paus Sperma yang Terdampar di Bali Mengalami Pendarahan Paru dan Usus

📅 Selasa, 11 Apr 2023, 16:23 WIB | Oleh:
Paus Sperma yang Terdampar di Bali Mengalami Pendarahan Paru dan Usus Doc: Istimewa
Ket. Tim Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga, saat melakukan evakuasi paus sperma yang terdampar di Pantai Yeh Malet, Desa Antiga Kelod, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem, Bali, pekan lalu.

SURABAYA - Tim Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, menemukan sejumlah kelainan pada paus sperma yang terdampar di Pantai Yeh Malet, Desa Antiga Kelod, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem, Bali, Kamis (6/4).

"Hasil autopsi sementara adalah paus tersebut memiliki beberapa kelainan. Ada pendarahan paru-paru, pendarahan usus, dan ada indikasi diare sebelum kematian," kata ketua tim Bilqisthi Ari Putra, lewat keterangan tertulis.

Dia menceritakan bahwa tim membawa paus sperma menggunakan alat berat. Hal itu untuk proses autopsi dan penguburan. Dari hasil autopsi, paus sperma tersebut memiliki bobot lebih dari 10 ton, panjang 17,6 meter dengan panjang lengkung 18,2 meter, dan berjenis kelamin jantan.

Bilqisthi menambahkan, juga ditemukan makanan di dalam usus namun lambung dalam kondisi kosong. Tim memperkirakan paus sperma tersebut terakhir makan 24 jam sebelumnya. "Ditemukan juga adanya cacing di lambung dan usus yang terkonfirmasi jenis nematoda," terangnya.

Selanjutnya, untuk memastikan sebab terdampar dan kematian paus sperma, ada pengambilan sampel untuk diuji lebih lanjut di Laboratorium Patologi FKH Unair.

"Beberapa sampel seperti gigi, lambung, usus, paru, testis, saraf, kulit, dan darah. Diperkirakan hasil pemeriksaan akan keluar dalam 14 hari pengerjaan," ungkapnya.

Sampel yang ada akan diperiksa dengan baik dan akan diumumkan hasilnya kepada masyarakat setelah selesai.

Sebelumnya Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan warga setempat berhasil membawa paus sperma tersebut ke laut dalam kondisi hidup. Tapi paus tersebut kembali terdampar dan mati.

Tim Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar langsung menuju tempat kejadian sesaat setelah adanya laporan. Penerjunan tim khusus ini merupakan tindak lanjut dari surat BPSPL Denpasar yang dikirimkan kepada FKH Unair.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Mau Tawuran, Dua Pemuda Baw...
Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

1.5 jam yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.