Paus Leo XIV Serukan Persatuan Gereja Sebagai Ragi Bagi Perdamaian Dunia
📅 Senin, 19 Mei 2025, 02:05 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: Stefano Rellandini/AFP
VATIKAN - Paus Leo XIV resmi dilantik sebagai Paus ke-267 Gereja Katolik Roma, sekaligus sebagai pemimpin tertinggi Tahta Suci Vatikan dalam sebuah Misa Kudus di Vatikan Minggu (18/5).
Dalam pelantikannya, Paus Leo XIV menyerukan persatuan dan bersumpah untuk melestarikan warisan Gereja Katolik dan tidak memerintah seperti “seorang otokrat”.
Dikutip dari Channel News Asia (CNA), setelah pertama kali menaiki mobil kepausan di hadapan puluhan ribu orang di Lapangan Santo Petrus, Paus Leo disambut antusias kerumunan umat yang melambaikan bendera Amerika Serikat (AS) dan Peru, dengan orang-orang dari kedua negara mengklaimnya sebagai paus pertama dari negara mereka.
Lahir di Chicago AS, Paus berusia 69 tahun itu menghabiskan waktu bertahun-tahun sebagai misionaris di Peru dan juga memiliki kewarganegaraan Peru.
Robert Prevost, seorang yang kurang dikenal di dunia dan baru menjadi kardinal dua tahun lalu, terpilih menjadi Paus pada tanggal 8 Mei setelah konklaf singkat para kardinal yang berlangsung hanya 24 jam menggantikan Paus Fransiskus, asal Argentina, yang meninggal pada tanggal 21 April setelah memimpin Gereja selama 12 tahun.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dalam homilinya yang dibacakan dalam bahasa Italia, Paus Leo mengatakan bahwa sebagai pemimpin 1,4 miliar umat Katolik Roma di dunia, ia tidak akan gentar menghadapi tantangan modern dan bahwa, setidaknya dalam isu-isu sosial seperti memerangi kemiskinan dan melindungi lingkungan, ia akan melanjutkan warisan Paus Fransiskus.
Tantangan Dunia
Paus Leo mengatakan para kardinal yang memilihnya telah memilih seseorang yang mampu melestarikan warisan iman Kristen yang kaya dan, pada saat yang sama, berpandangan ke masa depan, untuk menghadapi pertanyaan, keprihatinan, dan tantangan dunia saat ini.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Ini bukan masalah menangkap orang lain dengan paksa, dengan propaganda agama atau dengan cara kekuasaan. Sebaliknya, ini hanya masalah mencintai, seperti yang Yesus lakukan,” kata Paus.
“Saudara-saudari, saya ingin agar keinginan besar kita yang pertama adalah Gereja yang bersatu, suatu tanda kesatuan dan persekutuan, yang menjadi ragi bagi dunia yang berdamai,” katanya.
Mengacu pada Santo Petrus, rasul Kristen abad ke-1 yang darinya para paus memperoleh wewenang, Paus Leo berkata: “Petrus harus menggembalakan kawanan domba tanpa pernah menyerah pada godaan untuk menjadi seorang otokrat, memerintah atas mereka yang dipercayakan kepadanya. Sebaliknya, ia dipanggil untuk melayani iman saudara-saudarinya, dan berjalan bersama mereka”.
Wakil Presiden Amerika Serikat, JD Vance dan Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio hadir dalam kesempatan itu. Pemimpin dunia lainnya yaitu Presiden Peru, Israel dan Nigeria, Perdana Menteri Italia, Kanada dan Australia, Kanselir Jerman Friedrich Merz dan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen. Para bangsawan Eropa hadir dekat altar utama, termasuk Raja Spanyol Felipe dan Ratu Letizia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!