Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Papua Barat Daya Kembangkan Pangan Lokal guna Perkuat Ekonomi Rakyat

📅 Rabu, 23 Apr 2025, 01:10 WIB | Oleh:
Papua Barat Daya Kembangkan Pangan Lokal guna Perkuat Ekonomi Rakyat Doc: Kominfo Provinsi Papua Barat Daya
Ket. Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu (tengah).

JAKARTA - Instruksi Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu kepada seluruh Bupati dan Walikota di provinsi yang dipimpinnya untuk mengembangkan pangan lokal patut diapresiasi dan harus jadi teladan bagi pemimpin-pemimpin daerah lainnya serta Pemerintah Pusat. 

Kebijakan Elisa tersebut dinilai sangat tepat karena ada kesadaran untuk mengembangkan pangan lokal sebagai salah satu upaya untuk memperkuat ekonomi masyarakat di provinsi yang baru terbentuk itu.

“Saya harap ini menjadi perhatian setiap bupati dan wali kota sebagai pemberdayaan terhadap ekonomi masyarakat,” kata Elisa di Sorong, Selasa (22/4) seperti dikutip dari Antara.

Menurut dia, pertumbuhan ekonomi masyarakat menjadi prioritas yang tidak bisa diabaikan melalui kebijakan strategis dan implementasi program kerja setiap kepala daerah di enam kabupaten kota.

“Kita tidak boleh terus bergantung dengan beras. Banyak potensi pangan lokal yang bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan kita. Dengan itu, pangan terpenuhi dan sekaligus ekonomi masyarakat pun meningkat,” papar Elisa.

Potensi pangan lokal, katanya, harus terus didorong melalui kebijakan setiap kepala daerah. Pasalnya, pengembangan pangan lokal memiliki peran ganda yang sangat penting, yaitu meningkatkan ekonomi masyarakat dan memperkuat ketahanan pangan.

“Jadi setiap kegiatan Pemerintah maupun non Pemerintah diharapkan makanan lokal yang disajikan, seperti pisang, umbi-umbi, papeda (makanan berbahan saku). Ini harus menjadi perhatian,” tegasnya.

Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya tambahnya akan terus mendukung setiap daerah melalui kebijakan anggaran supaya implementasi program pengembangan pangan lokal benar-benar jalan untuk menjawab kesejahteraan masyarakat dan sekaligus penguatan terhadap ketahanan pangan.

Kendatipun demikian, mantan Bupati Asmat dua periode itu pun masih mengharapkan pasokan pangan dari luar daerah untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat di wilayah Papua Barat Daya.

“Mendukung itu, maka kita harus memastikan konektivitas antar-wilayah seperti infrastruktur jalan dan bandara harus memadai. Ini juga jadi prioritas kita bersama,” kata Elisa.

Perhatikan Sebaran Penduduk

Menanggapi pernyataan Elisa, pengamat pertanian dari Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Jawa Timur, Surabaya, Ramdan Hidayat, mengatakan, dalam memenuhi kebutuhan pangan, Pemerintah perlu memperhatikan sebaran luas penduduk Indonesia dengan mendorong diversifikasi pangan.

“Penduduk Indonesia terpencar di banyak kepulauan, untuk menghilangkan kebergantungan pada komoditas beras, maka perlu dilakukan diversifikasi, ini akan menguntungkan petani lokal di setiap daerah yang membantu pemerataan ekonomi,” kata Ramdan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Pemutihan Pajak Kendaraan B...
Megapolitan
30 Rumah di Tanah Tinggi Ja...
Megapolitan
Dua WNA Ditemukan Meninggal...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.