Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Niger, Mali, dan Burkina Faso Membentuk Aliansi Militer

📅 Minggu, 17 Sep 2023, 15:50 WIB | Oleh:
Niger, Mali, dan Burkina Faso Membentuk Aliansi Militer Doc: RT/Anadolu Agency via Getty Images
Ket. Tindakan keamanan ditingkatkan setelah ribuan orang berkumpul di depan pangkalan militer Prancis di Niamey, menuntut tentara Prancis meninggalkan Niger pada 3 September 2023.

JAKARTA - Pemerintahan militer di tiga negara Afrika - Niger, Mali, dan Burkina Faso - yang menggulingkan pemimpin mereka yang didukung Barat, sepakat untuk saling membantu, secara individu atau kolektif, jika terjadi agresi eksternal atau ancaman internal terhadap kedaulatan mereka.

Disiarkan RT, presiden sementara Mali Assimi Goita, mengatakan pada Sabtu (16/9) malam, ia menandatangani Piagam Liptako-Gourma dengan pemimpin Burkina Faso dan Niger, "dengan tujuan membangun kerangka pertahanan kolektif dan bantuan timbal balik."

"Setiap serangan terhadap kedaulatan dan integritas teritorial satu atau lebih pihak yang terikat kontrak akan dianggap sebagai agresi terhadap pihak lain,"bunyi teks piagam tersebut, seperti dikutip Reuters.

Piagam tersebut membentuk Aliansi Negara-negara Sahel yang terdiri dari tiga negara yang sebelumnya menjadi anggota pakta G5 Sahel yang didukung Paris, bersama Chad dan Mauritania. Negara-negara tersebut telah berantakan setelah serangkaian kudeta militer.

Menteri Pertahanan Mali Abdoulaye Diop menjelaskan,"Aliansi ini akan menjadi kombinasi upaya militer dan ekonomi antara ketiga negara,"dengan fokus pada perang melawan terorisme, khususnya di wilayah Liptako-Gourma, yang berbatasan dengan ketiga negara.

Mali dan Burkina Faso sebelumnya menyatakan bahwa setiap serangan terhadap Niger akan menjadi "deklarasi perang" terhadap mereka juga, setelah beberapa tetangga Niger dari Komunitas Ekonomi Negara-negara Afrika Barat (ECOWAS) mengancam akan mengirim pasukan untuk memulihkan Presiden terguling Mohamed Bazoum.

Paris terpaksa menarik pasukannya dari Mali menyusul ketegangan dengan pemerintah militer pada 2020. Awal tahun ini, Paris juga menarik diri dari Burkina Faso setelah penguasa militer negara tersebut mengusir mereka.

Para pemimpin kudeta Niger juga membatalkan perjanjian militer yang mengizinkan pasukan Prancis melawan para jihadis di wilayah Sahel, sehingga Prancis hanya punya waktu satu bulan untuk menarik 1.500 tentaranya.Namun Prancis mengabaikan ultimatum dan tuntutan agar duta besarnya pergi, karena menolak mengakui otoritas kepemimpinan yang baru.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.