Neu Men, Jenama Fashion Merangkai Cerita Lewat Kain Tradisional
📅 Selasa, 19 Agu 2025, 18:55 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: Shopee
Industri fesyen lokal kini kian memikat, digerakkan oleh generasi muda yang tidak ragu meramu identitas budaya dengan sentuhan modern. Di tengah gelombang energi kreatif ini, brand fesyen pria asal Bandung, Neu Men, mencuri perhatian.
Dengan desain khas yang membawa kekayaan budaya Indonesia dan strategi dalam memanfaatkan platform digital Shopee, Neu Men berhasil menembus pasar internasional, sekaligus membangun hubungan yang hangat dengan para pecinta fesyen di berbagai belahan dunia.
Founder Neu Men, Ashraf Fauzan Ramdhani, mengungkapkan, Neu Men yang lahir pada masa pandemi dari ide sederhana ia dan kakak. Walaupun latar belakang mereka di dunia korporat, usaha fesyen milik ibu keduanya menjadi sumber inspirasi.
“Awalnya iseng karena bosan bekerja di rumah, kami memulai bisnis dengan merancang pakaian pria yang tidak hanya nyaman digunakan, tetapi juga menyimpan cerita budaya di setiap potongannya. Hanya dalam enam bulan, pendapatan bisnis kami mampu menyamai pendapatan kami saat masih di dunia korporat,” tuturnya.
“Ini jadi pengingat bahwa anak muda yang punya ide kreatif tidak perlu menunggu nanti untuk memulai. Semua bisa dibangun dari modal sederhana dan dukungan platform digital seperti Shopee, yang fiturnya mudah digunakan bahkan oleh pemula, sehingga ide bisa cepat diwujudkan menjadi karya nyata,” tambahnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Perpaduan Budaya, Modernitas, dan Keberlanjutan Lingkungan
Sejak awal berdiri, Neu Men mengusung misi menghadirkan fesyen yang membawa sarat makna. Setiap koleksi lahir dari perpaduan elemen budaya Indonesia dengan gaya modern yang mudah diterima lintas generasi.
Motif ikonik seperti peta Nusantara, Monas, dan seni khas daerah diwujudkan dalam potongan kasual maupun semi-formal yang fleksibel dipakai di berbagai kesempatan, dari acara santai hingga formal. Neu Men juga mempunyai keunikan karena menggabungkan keahlian batik, tenun, bordir, dan printed anti-alergi dengan penggunaan material ramah lingkungan. Hal ini merupakan kombinasi yang mencerminkan kualitas serta inovasi yang menjadi ciri khas merek ini.
Sebaiknya Anda baca juga:
Keberlanjutan pun telah menjadi DNA tak terpisahkan dari Neu Men. Setiap potongan kain dimanfaatkan secara optimal untuk meminimalkan limbah tekstil, sementara sisa-sisa bahan diolah kembali menjadi produk baru dengan desain kreatif.
Langkah ini bukan hanya membuat proses produksi lebih ramah lingkungan, tetapi juga memperkaya ragam koleksi, selaras dengan tren global fesyen berkelanjutan sekaligus mencerminkan kearifan lokal yang kuat.
Ashraf mengatakan, dalam semangat merayakan Hari Kemerdekaan 17 Agustus 2025, Neu Men akan terus merangkai cerita lewat koleksi yang menonjolkan keindahan kain tradisional (wastra) Indonesia sebagai wujud cinta dan kebanggaan terhadap budaya bangsa. Salah satu yang paling memikat hati adalah koleksi Saka, yang berarti “penyangga” dan melambangkan semangat serta perjuangan.
Terinspirasi dari tradisi panjat pinang, kemeja putih Saka dihiasi motif bordir yang merekam kisah kerja sama dan tekad untuk meraih tujuan bersama. Tahun ini, perjalanan itu berlanjut dengan hadirnya koleksi Meraga, paduan kata “merdeka” dan “raga,” yang merepresentasikan kebebasan yang hidup dalam diri.
“Mengusung wastra merah putih dengan sentuhan modern, Meraga bukan hanya simbol ekspresi diri dan kebanggaan budaya, tetapi juga percikan semarak yang memperkaya perayaan kemerdekaan,” terangnya.
Menciptakan Peluang Kerja Baru
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!