Moutai, Minuman Diplomasi
📅 Kamis, 21 Jan 2021, 14:52 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Ketika Costco membuka toko pertamanya di Tiongkok pada 2019,tak hanya menyediakan ayam rotisserie panas dan tas Birkin berdiskonnya, tapi juga menyediakan minuman keras yang menggigit tenggorokan, Kweichow Moutai. Minuman laris diserbu pembeli.
Dengan 1.498 yuan atau 209 dollar AS untuk botol ukuran setengah liter, jelas mahal. Tetapi dalam kasus ini, memang benar, harga itu mewakili diskon besar-besaran atas Moutai yang dijual di tempat lain.
Bahkan di tengah pandemi global, Kweichow Moutai, perusahaan yang membuat minuman keras eponim mengumumkan, sahamnyapada 2020melonjak 70 persen di Bursa Efek Shanghai. Perusahaan yang sebagian dimiliki negara dan sebagian lagi diperdagangkan secara publik itu paling bernilai di luar sektor teknologi. Dia setara dengan nilai lebih dari empat bank terbesar Tiongkok.
Secara global, kapitalisasi pasarnya tidak hanya melampaui semua penyuling alkohol seperti Diageo dan Constellation Brands, tetapi juga Coca-Cola, yang telah lama memegang mahkota sebagai pembuat minuman terbesar dunia berdasarkan kapitalisasi pasar. Bernilai 2,7 triliun yuan, atau 421 miliar dollar AS, Kweichow Moutai lebih berharga dari Toyota, Nike, atau Disney.
"Kapan pun mereka memiliki stok akan habis hampir seketika," kata Direktur Pelaksana China Market Research Group,Ben Cavender.Sayang, Moutai belum dikenal di luar negeri, meski banyak orang Tiongkok beremigrasi ke mana-mana. Menurut laporan keuangan perusahaan, sekitar 97 persen penjualannya berasal dariTiongkoksaja.
Jadi, bagaimana sebuah perusahaan yang menjual produknya terutama di satu negara sekarang bernilai lebih dari beberapa raksasa global yang sudah lama berdiri?
Ikon dan Simbol
Moutai memiliki satu keunggulan sebagai minuman beralkohol nasional. Moutai baijiu, jenis minuman keras yang dibuat perusahaan tersebut, adalah minuman keras yang jernih dan kuat. Dia dijuluki "air api" karena mengandung 53 persen alkohol. Botol bernuansa merah-putih dari produk andalannya, "Feitian" atau "Peri Terbang" adalah minuman pokok di jamuan makan dan acara bisnis kenegaraanTiongkok.
Dikenal sebagai minuman favorit Mao Zedong, pendiri Partai Komunis Tiongkok, dan sebagai "minuman diplomasi," Moutai
terkenal digunakan untuk menyambut para tamu negara seperti mantan Presiden AS, Richard Nixon, dalam perjalanan bersejarahnya ke Tiongkok pada 1972. Sekali lagi pada 2013 ketika Presiden Tiongkok, Xi Jinping bertemu mitranya dari AS, Barack Obama, di California.
Suatu kali, pada jamuan makan malam kenegaraan tahun 1974, Menteri Luar Negeri AS, Henry Kissinger, menyampaikan pujian kepada Deng Xiaoping, calon pemimpin Tiongkok, tentang minuman itu. "Saya pikir jika kita minum cukup Moutai, kita bisa menyelesaikan apa pun," katanya.
Deng menyahut, "Ketika saya kembali keTiongkok, harus mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan produksi." Cavender mengatakan, menjadi bagian dari begitu banyak acara publik besar diTiongkokbenar-benar mendorong merek sebagai kesadaran nasional. Dia menyamakannya dengan minuman raksasa Coca-Cola.
"Jika Anda melihat cara Coca Cola beriklan selama 50 tahun terakhir, mereka hampir berada di setiap acara besar. Anda lihat Coke pada saat Tembok Berlin runtuh. Anda melihat iklan Coke saat Natal. Saya pikir Moutai adalah merek itu untuk Tiongkok. Jadi menurut saya bagian itu menjelaskan mengapa itu sangat populer," tuturnya. SB/cnn/G-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!