Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Minat Produk Etnik di Eropa Meningkat: Rempah dan Bumbu RI Bidik Pasar Belanda

📅 Minggu, 05 Apr 2026, 10:20 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Minat Produk Etnik di Eropa Meningkat: Rempah dan Bumbu RI Bidik Pasar Belanda Doc: Antara
Ket. Minat terhadap produk rempah dan bumbu asal Indonesia kian menguat seiring berkembangnya tren produk etnik di Eropa

Permintaan Produk Etnik di Eropa Meningkat: Rempah dan Bumbu RI Bidik Pasar Belanda

DEN HAAG– Kementerian Perdagangan (Kemendag) melalui Atase Perdagangan (Atdag) RI Den Haag memfasilitasi penjajakan bisnis (business matching) daring yang mempertemukan eksportirIndonesia, PT Sumber Inti Pangan, dengan importir asal Belanda, InterAromat BV pada 13 Februari 2026. 

Business matching ini dilakukan untuk menangkap potensi permintaan yang menjanjikan bagi produk rempah dan bumbu Indonesia di pasar Belanda.

Atdag RI Den Haag Annisa Hapsari, menyampaikan, fasilitasi ini merupakan upaya untuk terus memperkuat penetrasi komoditas produk unggulan Indonesia ke pasar Eropa. 

“Fasilitasi ini upaya nyata memperkuat posisi rempah dan bumbu Indonesia yang dikenal memiliki standar kualitas tinggi. Meskipun pasar Belanda cenderung berhati-hati dalam memilih pemasok, mereka berpotensi menjadi mitra jangka panjang apabila hubungan bisnis terbangun secara konsisten dan profesional,” kata Annisa dari Den Haag, Belanda akhir pekan kemarin.

Annisa menjelaskan, minat terhadap produk rempah dan bumbu asal Indonesia kian menguat seiring berkembangnya tren produk etnik di Eropa. Saat ini, aspek keberlanjutan, etika, dan higienitas menjadi prioritas utama konsumen Eropa. “Kami optimistis kepemilikan sertifikasi global akan menjadi nilai tawar krusial bagi rempah dan bumbu Indonesia untuk menembus industri makanan global, termasuk Eropa, yang kini semakin selektif dan kompetitif,” ungkap Annisa.

Untuk semakin memperkuat kepercayaan pasar, Annisa juga mendorong para eksportir untuk dapat memanfaatkan program S’RASA, atau Rasa Rempah Indonesia. Program ini dirancang untuk mempromosikan berbagai kuliner khas Indonesia dengan bumbu khas Nusantara. “Untuk diterima konsumen Eropa yang sangat memperhatikan asal-usul produk, penguatan penjenamaan (branding) melalui payung identitas nasional menjadi sangat penting,” ujar Annisa.

Dalam business matching tersebut, PT Sumber Inti Pangan menawarkan berbagai produk, mulai dari rempah tunggal, campuran bumbu khusus, produk setengah jadi untuk kebutuhan industri, produk untuk sektor makanan dan minuman (food service), hingga minyak rempah terhidrasi.

Perusahaan juga menyatakan kesiapannya untuk memenuhi berbagai standar internasional, termasuk sertifikasi keamanan pangan dan audit sosial sebagai langkah untuk memperluas akses pasar di kawasan Eropa. Kesiapan teknis ini didukung rekam jejak ekspor yang solid. Hingga kini, PT Sumber Inti Pangan telah berhasil menjangkau pasar di Afrika Utara, Afrika Tengah, Mesir, Afrika Selatan, Amerika Selatan, hingga Timur Tengah.

Export Marketing PT Sumber Inti Pangan, Auliya Qisthina, menyampaikan, business matching ini memberikan peluang kerja sama yang lebih konkret. “Kegiatan ini sangat efektif karena mempertemukan kami dengan mitra potensial yang memiliki ketertarikan terhadap produk kami, sehingga membuka peluang kerja sama yang lebih konkret. Kami juga berharap dapat memiliki kesempatan lebih luas dalam mengembangkan ekspor di pasar Eropa,” ujar Auliya.

Jaringan distribusi kuat

Sementara itu, InterAromat BV menyatakan ketertarikannya terhadap lada putih, kemiri, dan pala Indonesia. Sebagai distributor produk herbal dengan jangkauan luas di Benua Biru, perusahaan importir ini memiliki jaringan distribusi yang kuat, mulai dari ritel etnik hingga toko spesialis.

InterAromat BV menegaskan, pasokan rempah autentik Nusantara sangat dibutuhkan untuk menjawab permintaan konsumen Belanda yang terus meningkat.

Direktur Utama InterAromat BV, Suryo Tutuko, mengapresiasi inisiatif Kemendag dan Atdag Den Haag atas penyelenggaraan business matching ini. “Kegiatan ini berlangsung sangat produktif dan menghasilkan pengembangan serta pengiriman sampel yang saat ini tengah dievaluasi oleh klien kami. Upaya ini juga mencerminkan komitmen dalam mendorong peningkatan ekspor Indonesia serta memperkuat kemitraan bisnis internasional,” ujar Suryo.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.00...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.