Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Mewujudkan Kedaulatan Pangan di Wilayah Perbatasan NKRI

📅 Senin, 12 Mei 2025, 16:45 WIB | Oleh:
Mewujudkan Kedaulatan Pangan di Wilayah Perbatasan NKRI Doc: antara foto
Ket. Petani memanen padi.

NATUNA - Desa Batubi Jaya yang berada di Kabupaten Natuna, Jumat (9/5) pagi itu, begitu memesona. Batang-batang padi yang mulai menguning sebagai pertanda sebentar lagi perjuangan panjang dan ribuan harapan petani akan berakhir manis dengan panen yang ditunggu sejak benih pertama ditabur pada awal tahun.

Di antara hamparan sawah yang dulunya hanya dianggap sebagai lahan marginal, tak berguna, bahkan tak layak tanam, kini berdiri tegak harapan-harapan kecil bagi para petani yang pagi itu memotong batang-batang padi dengan arit tua yang setia menjadi sahabat dalam menjemput rezeki.

Petani tahu bahwa dari setiap batang padi yang mereka masukkan ke dalam karung, ada secercah harapan masa depan, tentang keberlanjutan hidup untuk mengisi perut keluarga mereka.

Di tengah kekhusukan para petani memotong padi, tak ada sorotan kamera, tak ada panggung, tak ada sambutan meriah, tiba-tiba sebuah mobil dinas melintasi jalan di sisi sawah. Pandangan heran terlihat dari para petani, karena tak biasa melihat kehadiran pejabat mendekat sampai ke titik terjauh tempat mereka bekerja.

Mobil pun berhenti dan Cen Sui Lan, Bupati Natuna, turun menyapa para petani dengan sikap hormat yang dalam. Mata bupati terlihat berkaca-kaca, terharu penuh bangga menatap hasil kerja petani yang tak pernah lelah.

Tak ada akting potong padi untuk difoto dan disebar ke media sosial karena kehadirannya bukan untuk pencitraan, tapi untuk menyampaikan bahwa pemerintah hadir.

Rasa bangga itu kental terasa di wajah Cen, ia melihat langsung benih dan pupuk bantuan dari pusat dan provinsi tidak berakhir sia-sia, karena sebagian telah dipanen dan berubah menjadi gabah seberat 5 ton, serta di bedeng lainnya masih terlihat padi hijau serta ada yang sedikit menguning yang diperkirakan beberapa pekan lagi akan dipanen.

Panen ini bukan sekadar hasil pertanian, melainkan bukti nyata bahwa kolaborasi antara petani dan pemerintah bisa melahirkan kedaulatan pangan bahkan dari tanah yang selama ini dianggap terlalu sulit untuk ditanami.

Ketika hari menjelang siang dan panas mulai terasa, Cen Sui Lan bersama petani dan rombongan melangkah ke sebuah pondok kecil di tengah sawah, tempat yang jauh dari kata mewah, tidak berdinding dan hanya beratap usang.

Di sanalah digelar sebuah diskusi sederhana tapi penting, sebuah ruang rembuk yang sesungguhnya, ketika suara petani yang biasanya tenggelam bisa mengemuka.Para petani pun mengungkapkan semua keluh kesah, tentang mahalnya pupuk, tentang air yang terlalu asam, tentang serangan hama yang tak kenal musim, dan tentang ketakutan gagal panen yang terus menghantui.

Di sana pula sang bupati tidak hanya mencatat, tapi memerintahkan langsung Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) untuk merasionalisasi ulang anggaran 2025 agar lebih fokus dan berpihak pada kebutuhan nyata petani, seperti pengadaan pupuk NPK untuk menyuburkan, dan dolomit untuk menetralkan keasaman tanah, serta pestisida agar hama tidak lagi mengancam hasil panen mereka.

Semua itu bukan sekadar janji, karena nyatanya langkah-langkah tersebut telah diambil jauh sebelumnya, dengan DKPP yang secara aktif menyelaraskan program pusat dengan kebutuhan di lapangan, mengalokasikan APBD untuk kebutuhan mendesak pertanian, serta memastikan agar tidak ada satu musim tanam pun yang gagal karena abai.

"Kami sudah mengalokasikan APBD untuk pengadaan pupuk, dolomit dan pestisida," ucap Kepala DKPP Natuna Wan Sazali.

Di tanah kepulauan yang keras, yang minim dataran luas dan penuh tantangan geografis, usaha untuk mewujudkan ketahanan pangan memang tidak mudah. Namun semangat para petani yang pantang menyerah dan keberpihakan nyata dari pemimpin daerah telah membuktikan satu hal, bahwa ketahanan pangan bukan sekadar teori dan wacana, melainkan sebuah perjuangan kolektif yang bisa benar-benar diwujudkan jika ada yang bekerja dengan tekad dan ada yang memimpin dengan hati.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

44 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...
Nasional
Tanggapan Istana Usai Wamen...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...
Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.