Merokok Bisa Sebabkan Infertilitas pada Wanita dan Pria
📅 Selasa, 11 Apr 2023, 14:10 WIB | Oleh: Suliana
Doc: Freepik/Nensuria
Kebanyakan orang memahami bahwa merokok meningkatkan risiko penyakit jantung, pembuluh darah, dan paru-paru. Namun, banyak yang tidak menyadari bahwa merokok juga dapat menyebabkan masalah kesuburan baik pada pria maupun wanita. Disfungsi ereksi dan tingkat komplikasi kehamilan juga meningkat ketika seseorang merokok.
Menurut American Society For Reproductive Medicine, pria perokok dapat mengalami penurunan kualitas sperma dengan jumlah dan motilitas atau kemampuan sperma untuk bergerak yang lebih rendah. Pria yang merokok juga berpotensi mengalami peningkatan jumlah sperma yang bentuknya tidak normal. Merokok juga dapat menurunkan kemampuan sperma untuk membuahi sel telur.
Sementara bagi wanita dewasa, bahan kimia yang terkandung dalam asap rokok seperti nikotin, sianida, dan karbon monoksida dapat mempercepat laju hilangnya telur. Sayangnya, begitu telur mati, mereka tidak dapat beregenerasi atau diganti.
Artinya, menopause bisa terjadi 1 sampai 4 tahun lebih awal pada wanita yang merokok, dibandingkan dengan mereka yang bukan perokok.
Dengan kata lain, merokok dalam menyebabkan infertilitas atau kesulitan hamil. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), infertilitas merupakan penyakit pada sistem reproduksi pria atau wanita yang ditandai dengan kegagalan mencapai kehamilan setelah 12 bulan atau lebih melakukan hubungan seksual tanpa kondom secara teratur.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pria dan wanita yang merokok dua kali lipat lebih berisiko terkena infertilitas dari pada mereka yang tidak merokok. Bahkan, risiko mengalami masalah kesuburan meningkat seiring dengan jumlah rokok yang dihisap setiap hari.
Bahkan perawatan kesuburan seperti bayi tabung atau IVF mungkin tidak dapat sepenuhnya mengatasi efek merokok pada kesuburan.
Perokok wanita membutuhkan lebih banyak obat perangsang ovarium selama IVF dan kemungkinan masih memiliki telur lebih sedikit pada waktu pengambilan dan memiliki tingkat kehamilan 30 persen lebih rendah dibandingkan dengan pasien IVF yang tidak merokok.
Sebaiknya Anda baca juga:
Karena merokok merusak materi genetik dalam sel telur dan sperma, tingkat keguguran dan cacat lahir juga lebih tinggi di antara pasien yang merokok. Tembakau tanpa asap juga menyebabkan peningkatan angka keguguran.
Wanita yang merokok lebih mungkin hamil dengan kehamilan yang tidak sehat secara kromosom, seperti kehamilan yang terkena down sindrom, daripada ibu yang tidak merokok. Kasus kehamilan ektopik dan persalinan prematur juga lebih sering terjadi pada perokok wanita.
Apakah merokok dapat mempengaruhi anak-anak?
Pria yang ibunya merokok setengah bungkus atau lebih dalam sehari, dilaporkan memiliki jumlah sperma lebih rendah. Merokok selama kehamilan juga dapat menyebabkan terhambatnya pertumbuhan bayi sebelum lahir.
Ingatlah bahwa, snak-anak yang lahir dengan berat lahir lebih rendah dari perkiraan memiliki risiko lebih tinggi untuk masalah medis di kemudian hari, seperti diabetes, obesitas, dan penyakit kardiovaskular.
Tak hanya itu, anak-anak yang orang tuanya merokok berisiko tinggi mengalami sindrom kematian bayi mendadak (SIDS) dan asma.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!