Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Menu MBG Tak Sesuai Standar Kesehatan dan Gizi

📅 Jumat, 27 Feb 2026, 03:07 WIB | Oleh: Tim Penulis
Menu MBG Tak Sesuai Standar Kesehatan dan Gizi Doc: Antara
Ket. Anggota DPRD Provinsi Banten Musa Weliansyah.

LEBAK- Anggota DPRD Provinsi Banten Musa Weliansyah mengatakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) perlu dilakukan evaluasi secara menyeluruh, karena temuan di lapangan tidak sesuai spesifikasi kesehatan dan gizi.

“Kami menemukan buah-buahan busuk, serta kurma yang kering dan berjamur. Ini sangat ironis, program yang tujuannya meningkatkan gizi justru memberikan makanan yang membahayakan kesehatan,” kata Musa dalam keterangan rilis yang diterima di Lebak, Kamis (26/2).

Penyaluran program MBG untuk siswa dan ibu hamil kualitas makanan memiliki kejanggalan pada skema distribusi oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Ia menemukan fakta bahwa makanan yang dibagikan sekaligus untuk jatah tiga hari, namun praktiknya dinilai janggal, karena setiap paket MBG mencakup biaya sewa dapur dan penyediaan wadah (ompreng) harian.

“Jika makanan diberikan untuk tiga hari, muncul pertanyaan besar: di kemanakan biaya sewa dapur dan operasional untuk dua hari sisanya? Ini bukan sekadar teknis, tapi ada potensi kerugian negara yang nyata,” kata politisi PPP itu.

Musa menilai program MBG bukan memberikan perbaikan nutrisi gizi bagi anak-anak, namun menjadi celah baru bagi oknum untuk melakukan bancakan atau korupsi berjamaah.

Berdasarkan analisisnya, terdapat dugaan mark-up harga rata-rata 2.000 rupiah per siswa dibandingkan harga pasar.

Musa juga mempertanyakan kinerja para pengelola dapur MBG dan tim ahli gizi serta tim monitoring serta evaluasi, apakah bertugas sesuai standar operasional atau tidak sama sekali.

Ia merinci beberapa poin krusial yang menjadi titik lemah program, seperti ketidaksesuaian harga: Menu seperti roti dan kue kering yang disajikan serupa dengan produk warung kelontong, namun dipatok dengan harga jauh lebih mahal.

Hal itu tentu diduga adanya kerja sama tidak sehat antara oknum Kepala SPPG, akuntan, dan pemilik vendor dapur/yayasan.

Tak Berjalan Efektif

Sedangkan , Satgas Program MBG di tingkat kabupaten/kota hingga kecamatan tidak berjalan efektif dan dinilai tidak berfungsi, sehingga keluhan masyarakat dan orang tua siswa diabaikan. “Hasil usaha dari memotong hak gizi anak sekolah ini bukan sekadar korupsi, tapi haram hukumnya jika menu yang disajikan tidak sesuai spesifikasi,” tegas Musa.

Musa menyayangkan sikap Badan Gizi Nasional (BGN) yang dianggap hanya memberikan laporan formalitas kepada Presiden tanpa melihat fakta pahit di lapangan.

Ia mendesak agar program ini segera dievaluasi secara menyeluruh sebelum menjadi pemborosan APBN yang lebih besar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Pengukuhan dan Pengambilan Sumpah Komcad ASN

31 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Pengukuhan dan Pengambilan ...

Upaya Pembersihan Sampah di Kawasan Laut Jakarta

31 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Upaya Pembersihan Sampah di...

Langkah Fajar/Fikri Berakhir di Babak 32 Besar

31 menit yang lalu | Fajar Alim M

Olahraga
Langkah Fajar/Fikri Berakhi...
Megapolitan
Voting Bipartisan DPR AS Pu...
Nasional
Kejagung Resmi Tahan Mantan...
Ekonomi
Pemerintah Siapkan Perubaha...
Nasional
Diskusi, Demokrasi Pancasil...

DPR Merespons Berbagai Isu Terkini

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
DPR Merespons Berbagai Isu ...
Luar Negeri
Presiden Marcos Jr Desak Pa...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.