Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Menhut Raja Juli Sebut Satgas Pembiayaan Taman Nasional Percepat Pendanaan Berkelanjutan

📅 Kamis, 22 Jan 2026, 13:16 WIB | Oleh: Tim Penulis
Menhut Raja Juli Sebut Satgas Pembiayaan Taman Nasional Percepat Pendanaan Berkelanjutan Doc: Kemenhut RI
Ket. Menhut RI Raja Juli Antoni mendampingi Presiden Prabowo Subianto di sela agenda kenegaraan di London, Inggris, Rabu (21/1/2026).

JAKARTA - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengatakan pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Pembiayaan Taman Nasional diharapkan akan mempercepat upaya pendanaan berkelanjutan bagi 57 Taman Nasional di Indonesia.

“Satuan tugas ini akan memberikan arahan strategis serta mengoordinasikan pelaksanaan Strategi dan Kerangka Investasi Pembiayaan Taman Nasional,” kata Menhut dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (22/1).

“Kedua, revisi terhadap seluruh regulasi yang diperlukan, serta penerbitan regulasi baru apabila dibutuhkan, guna memungkinkan Indonesia bermitra secara efektif dengan sektor swasta,” ujarnya menambahkan.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa hal ini senada dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar pemerintah mengambil langkah-langkah luar biasa untuk menyelamatkan keanekaragaman hayati nasional dan Taman Nasional.

Salah satu implementasi konkret dari arahan tersebut adalah Peusangan Elephant Conservation Initiative (PECI) di Provinsi Aceh yang difokuskan pada perlindungan gajah Sumatera melalui pembiayaan berkelanjutan.

Komitmen ini, lanjut Menhut, bermula dari dialog antara Presiden Prabowo dengan Raja Charles III.

“Dalam dialog Presiden Republik Indonesia dengan Yang Mulia Raja Inggris pada November 2024, Presiden Prabowo berkomitmen menyediakan lahan seluas 20 ribu hektare untuk konservasi gajah. Pada Agustus 2025, komitmen ini diperluas menjadi 90.000 hektare,” kata Raja Antoni.

Menhut juga menjelaskan bahwa PECI dirancang sebagai inisiatif kolaboratif lintas sektor, serta menggabungkan pendekatan konservasi, pengelolaan lanskap, dan pemberdayaan masyarakat.

Inisiatif ini, lanjut dia, dirancang sebagai model percontohan (role model) yang ke depan akan direplikasi di wilayah lain di Indonesia dengan tantangan konservasi serupa.

Tidak hanya PECI Aceh, proyek percontohan pertama untuk memobilisasi sumber pembiayaan baru ke dalam sistem taman nasional juga dilakukan di Taman Nasional Way Kambas, Provinsi Lampung, Sumatera.

“Saat ini kami tengah membangun fondasi yang diperlukan agar Way Kambas dapat menjadi lokasi proyek offset karbon pertama di dalam sistem taman nasional Indonesia yang terbuka bagi Pasar Karbon Sukarela (Voluntary Carbon Market/VCM),” ujar Raja Antoni.

Sementara itu, Menhut Raja Antoni bergabung dalam forum Minister for Indo Pacific Seema Malhotra di London, (21/1/2026).

Forum ini turut dihadiri Minister for Indo Pacific Seema Malhotra, Utusan Khusus Presiden RI Bidang Perubahan Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo, serta Wakil Ketua Komisi I DPR RI Budisatrio Djiwandono.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Polres Metro Bekasi Kota Be...
Nasional
PT KAI Tutup 116 Perlintasa...
Ekonomi
Menkeu Ungkap Banyak Rumor ...
Megapolitan
Wali Kota Bogor Aktivasi Mu...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.