Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Hari Literasi Internasional, Gubernur Khofifah Ajak Masyarakat Saring Sebelum Sharing

📅 Senin, 08 Sep 2025, 11:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Hari Literasi Internasional, Gubernur Khofifah Ajak Masyarakat Saring Sebelum Sharing Doc: Antara Foto
Ket. Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat membaca sebuah kitab.

Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa mengajak masyarakat memaknai Hari Literasi Internasional dengan membudayakan saring sebelum sharing di tengah derasnya arus informasi digital yang membutuhkan kecermatan dan kebijaksanaan setiap individu.  

“Mari kita budayakan saring sebelum sharing. Atau kita saring, pilah dahulu informasi yang didapatkan sebelum kita membagikan kepada yang lain," kata Gubernur Khofifah di Surabaya, Senin. 

Pesan Khofifah sejalan dengan tema Hari Literasi Internasional yaitu "Promoting literacy in the digital era" atau "Mempromosikan literasi di era digital."

Menurutnya, digitalisasi telah mengubah cara masyarakat belajar, hidup, bekerja, dan bersosialisasi, baik positif maupun negatif. 

Ia menegaskan literasi harus menjadi kemampuan dasar yang dimiliki setiap individu, sementara digitalisasi yang tidak dapat dielakkan menjadi dimensi yang tidak boleh diabaikan.

"Informasi sangat masif beredar di dunia maya, AI (Artificial Intelligence/kecerdasan buatan) membuat banyak orang harus lebih cermat dan teliti, kroscek dan konfirmasi atau tabayun sangat dibutuhkan agar informasi yang ada tidak ditelan mentah-mentah," katanya.  

Menurut Khofifah, memahami informasi tidak cukup secara tekstual, tetapi juga kontekstual agar tidak terjadi penerimaan informasi yang sepotong.

Ia mengingatkan masyarakat terhadap potensi hoaks, ujaran kebencian, dan provokasi yang cepat beredar melalui gawai.

Di Jawa Timur, ia menyebut Nilai Tingkat Gemar Membaca (TGM) tahun 2024 sebesar 77,15 dengan kategori tinggi.

Sementara Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) tahun 2024 berada di angka 78,60 dengan kategori sedang.

Ia menambahkan bahwa literasi saat ini tidak sekadar membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan memahami, mengolah, dan memanfaatkan informasi secara bijak, khususnya literasi digital untuk memilah informasi benar dari hoaks.

"Kembali saya mengajak agar semua berliterasi dengan lebih komprehensif, saring before sharing, kembali saring before sharing, supaya tidak termakan dan tidak menyebar hoaks serta provokasi," ucapnya. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Piala Dunia, Tim-tim Favorit Lolos ke Fase Gugur   

Piala Dunia, Tim-tim Favorit Lolos ke Fase Gugur  

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.