Mengenal Tradisi Unik Orang Kawanua
📅 Sabtu, 19 Okt 2019, 01:00 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: Istimewa
Suku Manado atau Suku Minahasa merupakan suku asli di Sulawesi Utara dan sebagian besar mendiami di Kota Manado. Suku ini juga menyebut dirinya sebagai orang Kawanua. Sementara bahasa yang sering digunakan ialah bahasa Melayu Manado dengan logat yang khas.
Adat dari Manado paling terkenal adalah Monondeaga yang merupakan upacara adat yang biasa dilakukan suku Manado/Minahasa terutama yang berdiam di daerah Bolaang Mongondow. Pelaksanaan upacara adat ini untuk memperingati atau mengukuhkan seorang anak perempuan ketika memasuki masa pubertas yang ditandai dengan datangnya haid pertama.

Secara garis besar, upacara adat ini dilakukan sebagai bentuk syukur sekaligus semacam uwar-uwar bahwa anak gadis tersebut telah menginjak masa pubertas. Untuk itu, agar kecantikan dan kedewasaan sang anak gadis lebih mencorong, maka dalam upacara adat ini daun telinganya ditindik dan dipasangi anting-anting layaknya gadis yang mulai bersolek, kemudian gigi diratakan (dikedawung) sebagai pelengkap kecantikan dan tanda bahwa yang bersangkutan sudah dewasa.
Kemudian, rumah panggung atau wale merupakan tempat kediaman para anggota rumah tangga orang Minahasa di Kota Manado. Rumah panggung zaman dahulu dimaksudkan untuk menghindari serangan musuh atau binatang buas secara mendadak. Sekalipun keadaan sekarang tidak sama lagi dengan keadaan dahulu, tapi masih banyak penduduk yang membangun rumah panggung berdasarkan konstruksi rumah modern.

Lantas pakaian adat yang dikenakan kaum pria Minahasa yaitu berupa baniang atau kemeja lengan panjang berkerah atau tanpa kerah yang dihiasi saku pada bagian bawah sebelah kiri dan kanan serta bagian atas sebelah kiri kemeja. Selain itu ditambahkan pula hiasan berupa sulaman motif padi, kelapa dan ular naga pada bagian bawah lengan dan bagian depan kemeja.
Pemakaian baniang ini umumnya dipadukan dengan celana hitam polos tanpa hiasan yang panjangnya sampai sebatas tumit, dengan model yang melebar pada bagian bawah makin ke bawah makin lebar. Ditambahkan pula penggunaan ikat pinggang dari kulit ular patola yang berbentuk mahkota pada bagian depannya.
Pakaian adat yang dikenakan kaum wanita Minahasa pada mulanya disebut Karai Momo ada juga yang disebut wuyang. Pakaian ini terdiri dari kebaya model lengan panjang berwarna putih, dengan bagian bawah berbentuk lipatan seperti ikan duyung dan agak melebar pada bagian bawah yang dihiasi dengan sulaman sujiber berbentuk bunga padi dan bunga kelapa dan pada dada sebelah kiri serta kembang kaca piring dan bunga melati yang berbau harum.
Kesenian dari Suku Manado paling terkenal adalah tari kabasaran. Tari kabasaran sering juga disebut tari cakalele, adalah salah satu seni tari tradisional orang Minahasa yang banyak dimainkan masyarakat Kota Manado, yang biasanya ditampilkan pada acara-acara tertentu seperti menyambut tamu dan pagelaran seni budaya. Tari ini menirukan perilaku dari para leluhur dan merupakan seni tari perang melawan musuh. hay/R-1
Destinasi Romantis Bersama Pasangan
Ada banyak cara untuk mempererat hubungan dengan pasangan. Mulai dari mengobrol hal-hal mendalam, makan bersama, hingga memberikan hadiah spesial untuknya. Perhatian terhadap hal-hal kecil juga akan membuat pasangan lebih betah bersama Anda. Rasanya memang sangat indah jika bisa membahagiakan pasangan. Anda juga bisa berlibur bersama ke suatu tempat untuk melepas penat.
Berencana jalan-jalan berdua atau bulan madu dengan pasangan? Anda bisa pergi ke destinasi romantis di Manado berikut ini.
Pulau Manado Tua

Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!