Mengapa Volume Otak Manusia Terus Menyusut?
📅 Selasa, 12 Mei 2026, 06:11 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: AFP/MANDEL NGAN
SECARA tradisional, “otak besar” manusia saat ini dianggap sebagai hal yang membedakan spesies ini dari hewan lain. Kapasitas yang besar ini untuk berpikir dan berinovasi memungkinkan untuk menciptakan seni pertama, menemukan roda, dan bahkan mendarat di Bulan.
Tentu saja, jika dibandingkan dengan hewan lain dengan ukuran yang serupa, otak manusia sangat besar. Otak manusia hampir meningkat empat kali lipat ukurannya dalam enam juta tahun sejak spesies ini terakhir kali memiliki nenek moyang yang sama dengan simpanse.
Namun, penelitian menunjukkan tren menuju otak yang lebih besar ini telah berbalik pada Homo sapiens. Pada spesies manusia modern ini ukuran otak rata-rata telah menyusut selama 100.000 tahun terakhir sekitar 13 persen lebih kecil daripada otak Homo sapiens awal.
Sebagai contoh, dalam sebuah studi tahun 2023, Ian Tattersall, seorang paleoantropolog dan kurator emeritus di American Museum of Natural History di New York City, melacak volume rongga otak hominin purba dari waktu ke waktu. Ia memulai dengan spesies tertua yang diketahui, dan berakhir dengan manusia modern.
Ia menemukan bahwa perluasan otak yang cepat terjadi secara independen pada spesies hominin yang berbeda, dan pada waktu yang berbeda di seluruh Asia, Eropa, dan Afrika. Spesies yang otaknya tumbuh seiring waktu termasuk Australopithecus afarensis, Homo erectus, Homo heidelbergensis, dan Homo neanderthalensis.
Sebaiknya Anda baca juga:
Tapi, tren pembesaran otak dari waktu ke waktu berbalik arah dengan kedatangan manusia modern. Tengkorak pria dan wanita saat ini rata-rata 12,7% lebih kecil daripada tengkorak Homo sapiens yang hidup selama zaman es terakhir.
“Kita memiliki bentuk tengkorak yang sangat unik, sehingga manusia purba sangat mudah dikenali – dan yang pertama memiliki otak yang sangat besar,” kata Tattersall kepada BBC.
Temuan Tattersall mereplikasi temuan para ilmuwan lain. Misalnya, pada tahun 1934, Gerhardt Von Bonin, seorang ilmuwan kelahiran Jerman yang berafiliasi dengan Universitas Chicago di Illinois, menulis bahwa “ada indikasi pasti penurunan [ukuran otak manusia] setidaknya di Eropa dalam 10.000 atau 20.000 tahun terakhir.”
Sebaiknya Anda baca juga:
Jadi, bagaimana ilmuwan dapat menjelaskan pengurangan yang mencolok ini? Tattersall berpendapat bahwa penyusutan ukuran otak dimulai sekitar 100.000 tahun yang lalu, yang sesuai dengan periode waktu di mana manusia beralih dari gaya berpikir yang lebih intuitif ke apa yang ia sebut “pemrosesan informasi simbolik” atau berpikir dengan cara yang lebih abstrak untuk lebih memahami lingkungan sekitar.
Karena otak yang lebih kecil dan terorganisir dengan baik mampu melakukan komputasi yang lebih kompleks, otak yang lebih besar dan mahal secara metabolik menjadi tidak diperlukan. “Ini adalah saat ketika manusia mulai menghasilkan artefak dan ukiran simbolik dengan gambar geometris yang bermakna,” terang Tattersall.
Ia percaya bahwa katalis yang menyebabkan perubahan gaya berpikir ini adalah penemuan bahasa secara spontan. Hal ini menyebabkan jalur saraf otak diatur ulang dengan cara yang lebih efisien secara metabolik, memungkinkan manusia untuk mendapatkan hasil yang lebih maksimal.
Dengan kata lain, karena otak yang lebih kecil dan terorganisir dengan baik mampu melakukan komputasi yang lebih kompleks, otak yang lebih besar dan boros secara metabolik menjadi tidak diperlukan.
“Menurut saya, nenek moyang kita mungkin memproses informasi dengan cara yang kasar, dan kecerdasan dalam konteks ini berbanding lurus dengan ukuran otak. Jadi, semakin besar otak Anda, semakin banyak yang Anda dapatkan darinya,” tutur Tattersall.
“Tetapi cara berpikir kita berbeda. Kita menguraikan dunia di sekitar kita menjadi kosakata simbol abstrak, dan menyusun kembali simbol-simbol tersebut untuk mengajukan pertanyaan seperti ‘Bagaimana jika?’” terangnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!