Menekraf: Ekonomi Kreatif Berbasis Teknologi dan Inovasi Bantu Peradaban Indonesia
📅 Kamis, 31 Jul 2025, 21:30 WIB | Oleh: Ilham Sudrajat
Doc: Kementerian Ekonomi Kreatif
JAKARTA - Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menilai ekonomi kreatif yang berbasis teknologi dan inovasi mampu membantu peradaban Indonesia. Ini supaya bisa beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan global dan disrupsi teknologi.
"Dalam konteks menjaga peradaban, ekonomi kreatif diharapkan bisa menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional. Apalagi melalui Asta Cita Presiden Prabowo, ekonomi kreatif menjadi salah satu strategi utama untuk mencapai visi Indonesia Emas 2045 yang lebih sejahtera, berdaya saing, dan berkelanjutan,” kata Menteri Ekraf dalam keterangannya, Kamis (31/7).
Menteri Riefky yang hadir dalam acara pidato Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tentang masa depan peradaban dunia menegaskan Kemenekraf memiliki peran strategis di sektor kreatif dalam menghadapi tantangan peradaban global. Ia mengatakan ekonomi kreatif mampu mendorong inovasi dan kewirausahaan bagi generasi muda sehingga Indonesia yang beraneka ragam punya daya saing di pasar global.
Kementerian Ekraf punya peran penting dalam menciptakan ekosistem yang kondusif, memberikan pelatihan, dan memastikan perlindungan Hak Kekayaan Intelektual. Ini bagi pegiat ekonomi kreatif yang masih mengalami krisis identitas kolektif.
“Ekonomi kreatif senantiasa menjadi kunci untuk menjawab tantangan global sebab tiap 17 subsektor ekraf yang ada bisa mendorong inovasi, menciptakan lapangan kerja. Dan mempromosikan potensi dari tiap daerah,” ujar dia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu, melalui Pidato Peradaban World Disorder and The Future of Our Civilization. Mantan Presiden SBY menyampaikan kajian peradaban sebagai ruang reflektif demi membangun arah masa depan bangsa yang lebih beradab.
SBY mengungkapkan kondisi peradaban global dan peluang abad ke-21 di tengah kecanggihan teknologi dan keterhubungan global yang semakin intens. Dia meyakini bahwa tanpa demokrasi yang sehat, keadilan tidak akan hadir.
Menurutnya ada 4 arus besar peradaban dunia yang berdampak langsung terhadap Indonesia yakni globalisasi ekonomi, teknologi informasi dan komunikasi, perubahan iklim dan kerusakan lingkungan. Serta pergeseran nilai dan budaya.
Sebaiknya Anda baca juga:
SBY juga menyoroti tantangan krisis iklim dan menegaskan perlu kerja sama global sehingga tidak ada ketimpangan, potensi konflik. Serta kerapuhan struktur tata kelola global.
"Melalui ekonomi yang inklusif, pajak yang lebih adil, pendidikan dan akses digital yang merata, maka kita bisa mengubah semua menjadi kekuatan baru dalam peradaban bangsa. Generasi muda Indonesia yang tumbuh juga harus berhadapan dengan banjir informasi, tantangan identitas, dan krisis makna, di sinilah pentingnya pendidikan karakter, spiritualitas, dan nilai kebangsaan dalam membentuk arah peradaban masa depan,” ucap dia. ils/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!