Mendiktisaintek Dorong Mahasiswa di Luar Negeri Jadi Duta Iptek
📅 Senin, 14 Apr 2025, 23:01 WIB | Oleh: Muhamad Ma'rup
Doc: Istimewa
JAKARTA - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, mendorong mahasiswa Indonesia di luar negeri menjadi duta ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek). Menurutnya, mereka dapat berperan sebagai penghubung kerja sama antara Indonesia dan universitas-universitas dunia.
"Mereka bisa membuka jalan untuk kolaborasi riset serta menjadi penyebar informasi tentang potensi Indonesia dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi," ujar Brian, usai bertemu dengan enam perwakilan mahasiswa Indonesia di Turki yang tergabung dalam Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Dunia dan PPI Turki, Senin (14/4).
Dia menjelaskan, pemerintah ke depan akan mendorong lahirnya industri-industri maju di Indonesia yang membutuhkan SDM unggul. Para mahasiswa di luar negeri diharapkan turut menjadi bagian dari ekosistem ini, bahkan ketika mereka masih menempuh studi di luar negeri.
“Di manapun kalian berada, kalian tetap bisa berperan untuk Indonesia. Terus belajar, jaga integritas, dan jadilah pemimpin di bidang kalian masing-masing,” jelasnya.
Perwakilan mahasiswa juga menyampaikan beberapa masukan kepada Mendiktisaintek. Salah satunya adalah perlunya perlindungan hukum yang lebih kuat bagi pelajar Indonesia, mengingat masih adanya kasus penipuan oleh agen pendidikan tidak resmi yang menjerumuskan calon mahasiswa yang ingin sekolah ke luar negeri.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kesiapan Lulusan
Secara terpisah, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Fauzan menekankan pentingnya maksimalisasi pola pikir dan prinsip evolusi bagi para lulusan perguruan tinggi. Menurutnya, gelar akademik bukanlah akhir, melainkan awal dari proses belajar sesungguhnya di kehidupan nyata.
"Ilmu dan gelar yang didapat di perguruan tinggi harus dimanfaatkan untuk mengubah lingkungan dan diri sendiri menjadi lebih baik," katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dia meminta para lulusan tidak terjebak dalam kebiasaan membatasi diri menggunakan alasan-alasan yang umum dimaklumi. Menurutnya, para lulusan harus berani mengambil tantangan demi menjadi yang terbaik di bidang apapun yang mereka tekuni.
“Setiap orang memiliki energi dan potensi yang bisa dimaksimalkan. Mereka yang tidak bisa memaksimalkan energi, itulah yang disebut pola pikir ‘minimized’,” ucapnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!