Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Mendikdasmen Abdul Mu'ti Ajak SMK Gandeng Pertanian Lokal untuk Ketahanan Pangan

📅 Senin, 08 Des 2025, 14:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Mendikdasmen Abdul Mu'ti Ajak SMK Gandeng Pertanian Lokal untuk Ketahanan Pangan Doc: ANTARA
Ket. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyampaikan pesan kunci dalam acara Simposium Penyelarasan dan Revitalisasi Vokasi Bidang Ketahanan Pangan di Jakarta Pusat pada Senin (8/12/2025).

JAKARTA – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengajak satuan pendidikan SMK untuk menggandeng potensi pertanian lokal sebagai bagian dari pendidikan kejuruan, sehingga dapat mendukung ketahanan pangan dalam negeri.

Menurut Mendikdasmen, berbagai pekerjaan di bidang pertanian sampai saat ini masih dipandang sebelah mata karena dianggap pekerjaan yang tidak bergengsi, padahal setiap wilayah memiliki potensi pertanian yang dapat dikembangkan menjadi sumber mata pencaharian.

“Kami berusaha bagaimana agar program keahlian di SMK ini semakin banyak ragamnya, termasuk yang ingin kami perkuat adalah pertanian. Yang pertanian ini tidak hanya meliputi pengertian menanam padi, sayur. Ini adalah bagian penting dari bagaimana kami membangun kedaulatan pangan dan meningkatkan kualitas SMK, sehingga lebih diminati oleh generasi muda, khususnya mereka yang belajar di SMK,” ujar Mendikdasmen Abdul Mu’ti dalam acara Simposium Penyelarasan dan Revitalisasi Vokasi Bidang Ketahanan Pangan di Jakarta pada Senin.

Mendikdasmen menilai satuan pendidikan SMK memainkan peran penting dalam merevitalisasi gagasan mengenai potensi pertanian di tiap wilayah. Keberhasilan dalam merevitalisasi gagasan itu, lanjutnya, tidak hanya berkontribusi terhadap produktivitas pangan lokal, namun juga para pelakunya.

Untuk itu pihaknya terus menggalakkan program SMK berbasis keunggulan lokal, utamanya yang berkaitan dengan bidang pertanian dan kelautan, sehingga sejalan dengan kondisi lingkungan alam, sosial, maupun budaya setempat.

“Saya dengar ada SMK yang jurusannya bukan seputar teh, tapi jurusannya komputer jaringan, padahal lokasinya berada di perkebunan teh. Anak-anak SMK di lingkungan perkebunan teh itu justru tidak paham mengenai perilaku teh, padahal dia hidup dari perkebunan teh,” ucap Mendikdasmen Abdul Mu'ti.

Di samping itu ia pun meminta pihak satuan pendidikan SMK terus memperbaharui informasi mengenai teknologi terkini untuk mengolah dan memasarkan hasil olahan pertanian para murid maupun alumni SMK ke depannya

Ia berharap forum simposium hari itu dapat menjadi wadah untuk menggalakkan ajakan revitalisasi gagasan mengenai sektor pertanian di kalangan para pendidik hingga para murid SMK.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Menlu Marco Rubio Tegaskan ...
Nasional
UMKM Didorong Tembus Rantai...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.