Mendag Dorong Kemitraan Inklusif: Kunci Harmoni antara UMKM dan Ritel Modern
📅 Jumat, 07 Nov 2025, 17:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Istimewa.
JAKARTA – Ritel modern membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), dari tingkat lokal hingga nasional, bahkan berpotensi ekspor. Ini membantu UMKM menjangkau konsumen yang sebelumnya sulit dijangkau.
Melalui kemitraan, UMKM mendapatkan pembinaan dan pendampingan untuk meningkatkan kualitas, standarisasi, dan manajemen usaha agar siap memasuki pasar modern (go-modern dan go-digital). Hal ini membuat produk UMKM lebih kompetitif.
Sinergi ini memperkuat rantai pasok domestik dan mendukung ketahanan pangan nasional dengan menyerap produk lokal sebagai bagian dari rantai pasokan ritel modern.
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menyampaikan keberadaan ritel modern tidak bertujuan untuk mematikan usaha mikro, kecil, menengah (UMKM), melainkan dapat berjalan berdampingan melalui pola kemitraan.
Menurutnya, pola kemitraan antara ritel modern dan toko kelontong dirancang agar pelaku usaha kecil tetap bisa bertahan di tengah perubahan pola belanja masyarakat.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Pola kemitraannya antara ritel modern dengan toko kelontong, ritel modern itu memasok produk-produk ke toko kelontong untuk dijual, tentu dengan harga yang lebih miring," ujar Budi di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Jumat (7/11).
Budi menjelaskan isu ritel modern mematikan toko kelontong sudah berlangsung lama. Ia menyebut pola kerja sama ini justru akan menguntungkan toko kelontong yang ada di gang agar bisa tetap hidup karena mendapat suplai barangnya terjaga.
Selain itu, kerja sama tidak hanya berhenti pada penyediaan pasokan barang. Menurutnya, ritel modern juga dapat berbagi pengetahuan mengenai tata kelola, manajemen keuangan, hingga pemasaran.
Lebih lanjut, kerja sama tidak hanya berhenti pada penyediaan pasokan barang. Kemendag juga akan memperkuat dukungan dengan memberikan pelatihan digital bagi pelaku UMKM dan pedagang pasar rakyat agar mampu menjangkau konsumen melalui platform daring.
"Kita tidak hanya dengan ritel modern, kita juga dengan yang lain-lain, kita melakukan pembinaan ke UMKM, ke toko-toko kelontong biar nggak tertinggal, termasuk ke pasar rakyat. Kita ajarin cara jualan online seperti apa," katanya.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar mengatakan bahwa ekspansi besar-besaran jaringan ritel modern seperti Indomaret dan Alfamart telah mengancam keberlangsungan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terutama di perdesaan.
"Ritel-ritel raksasa yang masuk ke kampung-kampung kita 'membunuh' ekonomi rakyat termasuk 'membunuh' para pelaku UMKM. Terus terang, raksasa gurita itu bernama Indomaret dan Alfamart yang betul-betul membawa ancaman dan bahaya bagi tumbuhnya UMKM kita," kata Menko Muhaimin Iskandar di Jakarta, Selasa (28/10).
Pasalnya, rantai bisnis dua jaringan ritel modern tersebut telah membentuk sistem ekonomi tertutup mulai dari produsen hingga distribusi, sehingga membuat pelaku usaha kecil di tingkat lokal tidak memiliki kesempatan untuk bersaing secara sehat.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!