Menag tekankan disiplin prosedur haji langkah cegah teror bom
📅 Minggu, 22 Jun 2025, 16:05 WIB | Oleh: Sujar
Doc: ANTARA/Harianto
Jakarta -- Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menegaskan pentingnya disiplin menjalankan prosedur keamanan angkutan haji untuk mencegah terjadinya teror bom yang dapat mengancam keselamatan jamaah asal Indonesia.
"Ya, itu sebetulnya lebih merupakan ancaman ya. Di beberapa tempat juga terjadi, tapi standarnya harus seperti itu," kata Nasaruddin ditemui di sela Pengukuhan dan Orientasi Program Kerja Badan Pengurus Pusat Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan, di Jakarta, Minggu.
Menag menilai ancaman bom terhadap penerbangan haji harus disikapi serius, karena berpotensi membahayakan keselamatan penumpang jika tidak ditangani sesuai standar keamanan yang ketat dan disiplin.
Ia menekankan pentingnya pendisiplinan standar keamanan agar tidak terjadi kecolongan yang bisa berdampak besar terhadap keselamatan jamaah haji dan kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan ibadah haji.
"Karena kalau kita tidak melakukan pendisiplinan standar, jangan-jangan nanti pada saatnya kecolongan benar, akhirnya nanti dampaknya akan lebih besar," ujar Menag.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menag mengaku menyerahkan proses penanganan kepada aparat yang berwenang, dan meminta setiap potensi ancaman ditindaklanjuti tanpa pandang remeh demi menjaga keselamatan jamaah secara menyeluruh.
Ia menilai penanganan tegas terhadap ancaman bom juga menjadi bukti bahwa pemerintah tidak bermain-main dalam melindungi jamaah dari teror dan segala bentuk gangguan keamanan.
"Jadi saya menyerahkan kepada pihak yang berwajib lakukan sesuai dengan prosedur. Jangan memandang enteng sekecil apa pun, karena risikonya bisa berdampak," katanya lagi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurutnya, kejadian ini harus menjadi pembelajaran penting untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapan semua pihak dalam menghadapi kemungkinan ancaman serupa di masa mendatang.
"Dan untuk membuktikan kepada masyarakat bahwa kita tidak main-main dengan ancaman teror, dan sekaligus juga kita akan menjadikan ini sebuah pembelajaran," ujar Menag.
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menegaskan ancaman bom terhadap pesawat Saudi yang mengangkut ratusan jamaah haji asal Indonesia tidak berdasar, dan diklasifikasikan sebagai informasi hoaks oleh otoritas terkait.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara (Dirjen Hubud) Kemenhub Lukman F Laisa menyampaikan pihaknya bersama pemangku kepentingan lainnya telah menangani dua informasi mengenai ancaman bom terhadap maskapai penerbangan Saudi yang mengangkut jamaah haji Indonesia.
"Kedua penerbangan telah ditangani sesuai dengan protokol kontingensi yang berlaku. Setelah melalui penilaian menyeluruh, ancaman yang diterima dinyatakan tidak berdasar dan diklasifikasikan sebagai hoaks oleh otoritas terkait," kata Lukman sebagaimana keterangan, di Jakarta, Minggu.
Pada kasus pertama, ancaman bom terjadi pada Selasa (17/6), pesawat Saudia Airlines dengan nomor penerbangan SV-5726 yang membawa 442 jamaah haji asal Indonesia melakukan pendaratan darurat di di Bandara Kualanamu, Medan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!