Manusia Purba Neanderthal Memiliki Pola Makan Karnivora
📅 Senin, 24 Okt 2022, 00:00 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: Istimewa
Apa yang dimakan nenek moyang kita masih menjadi perdebatan. Beberapa penelitian menunjukkan diet nenek moyang kita menganut pola omnivora, namun hasil penelitian terbaru menunjukkan diet makanan karnivora.
Sebuah tim ilmuwan dari Le Centre National de la Recherche Scientifique (CNRS) atau Pusat Penelitian Ilmiah Nasional Prancis, yang bekerja sama dengan rekan-rekan dari beberapa lembaga ilmiah di Jerman, baru saja menerbitkan sebuah studi baru tentang praktik diet Neanderthal.
Neanderthal adalah anggota genus Homo yang telah punah dan berasal dari zaman Pleistosen. Spesimennya ditemukan di Eurasia, dari Eropa barat hingga Asia tengah dan utara. Spesies ini dinamakan Neandertal sesuai dengan lokasi tempat pertama kali ditemukan di Jerman, Neandertal atau Lembah Neander.
Manusia purba ini diklasifikasikan sebagai subspesies manusia (Homo sapiens neanderthalensis) atau spesies yang berbeda (Homo neanderthalensis). Jejak proto-Neanderthal pertama muncul di Eropa antara 600.000-350.000 tahun yang lalu.
Cara peneliti menemukan diet atau pola makan adalah dengan teknik dengan mempelajari tanda-tanda kimia dari email gigi kuno. Dari hasil analisa mereka dapat menentukan bahwa Neanderthal yang tinggal di sebuah gua di Semenanjung Iberia selama periode Paleolitik Tengah (Middle Paleolithic) atau sekitar 50.000 tahun yang lalu, ternyata mereka mengkonsumsi makanan karnivora yang ketat.
Sebaiknya Anda baca juga:
Meski bukan studi pertama tentang diet Neanderthal, namun hal ini merupakan penemuan yang unik dan penting. Hasil dari penciptaan metodologi analitis berdasarkan tanda-tanda kimia dari email gigi dapat digunakan untuk mencari rincian tentang pola makan dan gaya hidup Neanderthal yang tinggal di tempat lain di Eurasia di masa lalu yang terpencil.
Para ilmuwan CNRS dalam makalah yang diterbitkan di jurnal PNAS, menulis banyak proyek penelitian telah diluncurkan untuk mempelajari pola makan dan kebiasaan makan Neanderthal, tetapi yang mereka temukan hasilnya bertentangan.
"Tidak heran sampai kini diet Neanderthal adalah topik perdebatan yang terus berlanjut, terutama karena hilangnya mereka sering dikaitkan dengan strategi subsisten mereka," tulis para ilmuwan CNRS. "Tidak ada konsensus yang jelas tentang bagaimana variabel diet mereka dalam ruang dan waktu," lanjut penelitian tersebut.
Sebaiknya Anda baca juga:
Seperti yang diakui oleh para peneliti CNRS, pengujian konvensional rasio isotop nitrogen umumnya mendukung gagasan, makanan Neanderthal secara eksklusif adalah karnivora. Namun, pada beberapa penelitian yang menunjukkan indikasi jelas bahwa setidaknya beberapa Neanderthal adalah omnivora.
Sebagai contoh, ada sebuah studi pada 2014 yang diterbitkan di Science yang menganalisis fosil kotoran Neanderthal yang ditemukan di situs El Salt di Alicante di Spanyol selatan. Kotoran berusia 50.000 tahun ini mengandung senyawa terkait kolesterol yang berasal dari sumber makanan nabati secara eksklusif.
Bukti Rasio Isotop Seng
Metode tradisional untuk menentukan diet hominin purba membutuhkan ekstraksi protein dari kolagen tulang. Protein ini mengandung isotop nitrogen, yang bertindak sebagai sinyal kimia yang dapat dikaitkan dengan pilihan makanan individu tersebut.
Dalam studi terbaru ini, para ilmuwan CNRS dan rekan Jerman mereka memeriksa geraham Neanderthal yang ditemukan dari situs arkeologi Gua Gabasa di Spanyol utara. Mereka mengikuti garis dasar yang sama dari protokol penelitian normal, tetapi dalam hal ini peneliti CNRS Klevia Jaouen dan rekan-rekannya mengganti pengukuran rasio isotop seng dengan pengukuran isotop nitrogen.
Memodifikasi prosedur lebih lanjut, mereka mengambil pengukuran ini bukan dari sampel kolagen tulang, tetapi dari lapisan email gigi. Lapisan luar gigi hominin ini terbuat dari kalsium fosfat, mineral superkeras yang tahan terhadap pembusukan dan degradasi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!