Mantan Asisten Kluivert, Alex Pastoor Kritik Target Piala Dunia 2026 untuk Timnas Indonesia, Dinilai Tidak Logis, Ini Alasannya
📅 Selasa, 21 Okt 2025, 20:22 WIB | Oleh: Alfred
Doc: ANTARA/Muhammad Adimaja
JAKARTA - Mantan asisten pelatih timnas Indonesia, Alex Pastoor, menilai target membawa tim Garuda lolos ke Piala Dunia 2026 sebagai sesuatu yang tidak logis. Menurut Pastoor, posisi Indonesia yang berada di peringkat ke-119 FIFA membuat target tersebut terlalu ambisius.
Pernyataan ini muncul setelah kontrak Pastoor, Patrick Kluivert, dan tim kepelatihan Belanda diputus lebih cepat oleh PSSI pasca kegagalan Indonesia di babak kualifikasi putaran keempat, termasuk kekalahan dari Arab Saudi dan Irak. Meski demikian, Pastoor membuka peluang tetap bekerja sama dengan Kluivert di masa depan, baik untuk klub maupun tim nasional.
“Mereka (PSSI) berkonsultasi beberapa hari setelah kembali dari Jeddah dan memutuskan bahwa di sinilah semuanya berakhir. Sejauh yang saya pahami, kesepakatannya ada tiga," kata Pastoor, dikutip dari media Belanda Voetbal International, Selasa.
“Mencapai Piala Dunia memang luar biasa, tetapi sebagai tim peringkat ke-119, hal itu tidak mudah atau logis,” kata dia.
Pastoor, Denny Landzaat, pelatih kepala Patrick Kluivert, beserta tim kepelatihan dari Belanda, kontraknya diakhiri lebih cepat oleh PSSI setelah Indonesia gagal lolos ke Piala Dunia 2026.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pada babak kualifikasi putaran keempat, kegagalan ini terjadi setelah tim Garuda dikalahkan Arab Saudi 2-3 dan juga Irak 0-1 di Stadion King Abdullah Sport City, Jeddah.
“Kedua, Gerald Vanenburg dan Frank van Kempen akan berusaha cepat merekrut pemain lokal untuk tim U-23 dan U-20. Ketiga, menarik lebih banyak pemain kompetitif untuk level ini di negara berpenduduk 280 juta jiwa dalam jangka panjang. Jordi Cruyff ditunjuk sebagai penasihat dan Alexander Zwiers sebagai direktur teknik. Sekarang semua orang telah disingkirkan,” ungkap Pastoor.
Kurang lebih sembilan bulan Pastoor dan tim kepelatihan asal Belanda bekerja untuk Indonesia setelah ditunjuk pada Januari.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dari sembilan bulan itu, Pastoor menemani Kluivert memimpin delapan pertandingan, yang hanya berakhir dengan tiga kemenangan, sementara sisanya berakhir dengan satu seri dan empat kekalahan.
“Ada begitu banyak antusiasme di sana tentang sepak bola – dan di awal, tentang kehadiran kami juga – sehingga Anda praktis harus menjamin Anda akan berhasil. Tetapi hal itu tidak pernah dibahas,” kata pelatih 58 tahun itu.
Lebih lanjut, Pastoor membuka kemungkinan bahwa dirinya dan Kluivert masih akan bekerja sama di masa depan, entah di sebuah klub atau tim nasional.
"Saya berbicara dengan agen Patrick sore ini. Mereka pasti sedang memikirkan beberapa hal. Selalu ada kemungkinan kami akan tetap bersama,” ucap Pastoor, mantan pelatih Almere City tersebut.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!