Makin Menakutkan! Forum PBB Dikalahkan Veto, Tiongkok dan Rusia Besatu dalam Agenda Ini Demi Korut
📅 Jumat, 27 Mei 2022, 10:30 WIB | Oleh: Zulfikar Ali Husen
Doc: Istimewa
Amerika Serikat (AS) mendorong kepada negara-negara untuk memberikan sanksi di PBB kepada Korea Utara (Korut), hal mengagetkan terjadi ketika Tiongkok dan Rusia bersatu dengan memveto rancangan itu, Kamis (26/5) waktu setempat. Merujuk pada agenda tersebut melatarbelakangi peluncuran rudal balistik baru negara Kim Jong Un itu.
Kemudian, melansir dari Reuters, akar perpecahan nyata pertama yang terlihat di antara negara-negara Dewan Keamanan PBB terkait senjata Pyongyang. Pihak Korut sendiri mulai aktif menguji senjata termasuk nuklir sejak 2006.
Duta Besar AS untuk PBB Linda Thomas-Greenfield memerlihatkan pemungutan suara tersebut sebagai "hari yang mengecewakan" bagi para dewan.
"Dunia menghadapi bahaya yang nyata dan sekarang dari DPRK (Korut). Pengendalian dan 'diamnya' dewan tidak menghilangkan atau bahkan mengurangi ancaman," terangnya.
Pihak Korut diketahui telah menerapkan enam kali peluncuran peluru kendali balistik antarbenua (ICBM). Dalam sejumlah keterangan di media lokal KCNA, Korut mengatakan pengembangan senjata merupakan hak negaranya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain itu, terdapat 13 anggota Dewan yang tersisa seluruhnya memberikan suara mendukung rancangan resolusi AS. Belakangan di 2017, Dewan Keamanan PBB sudah memperketat sanksi untuk Korut dengan menambahkan pemotongan dana bagi program senjatanya.
Tiongkok dan Rusia seperti diketahui telah lama membawa pelonggaran sanksi ke Korut. Kedua negara beralasan ini atas dasar kemanusiaan.
Duta Besar Tiongkok untuk PBB Zhang Jun menyebutkan bahwa sanksi lanjutan terhadap Korut tidak akan membantu. Hal tersebut, hanya akan menyebabkan lebih banyak "efek negatif dan eskalasi konfrontasi".
Sebaiknya Anda baca juga:
"Situasi di Semenanjung telah berkembang menjadi seperti sekarang ini terutama berkat kebijakan AS yang gagal dan kegagalan untuk menegakkan hasil dialog sebelumnya," ucapnya kepada dewan.
Kejadian yang sama juga dikatakan Rusia. Sanksi tersebut justru tak efektif.
"Pemberlakuan sanksi baru terhadap Korut adalah jalan menuju 'jalan buntu'," ujar Duta Besar Rusia untuk PBB Vassily Nebenzia yang dikatakan kepada dewan.
"Kami telah menekankan ketidakefektifan dan ketidakmanusiawian untuk lebih memperkuat tekanan sanksi terhadap Pyongyang," lanjutnya.
Seperti diketahui AS, Tiongkok, Rusia dan Prancis serta Inggris merupakan anggota tetap Dewan Keamanan PBB.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!