Magang Nasional Jadi Jembatan Emas, Airlangga Ingin Akhiri ‘Gap’ Pendidikan dan Dunia Kerja
📅 Senin, 20 Okt 2025, 22:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Istimewa.
JAKARTA – Kesenjangan antara dunia pendidikan dan dunia kerja masih menjadi tantangan klasik yang belum sepenuhnya terpecahkan di Indonesia.
Banyak lulusan perguruan tinggi maupun sekolah kejuruan yang kesulitan mendapatkan pekerjaan sesuai bidangnya, sementara industri justru kekurangan tenaga kerja dengan keterampilan yang benar-benar dibutuhkan.
Masalah ini berakar dari ketidaksinkronan antara kurikulum pendidikan dan dinamika kebutuhan pasar kerja.
Dunia pendidikan sering kali masih berfokus pada teori, sementara dunia kerja menuntut kemampuan praktis, adaptif, dan siap pakai. Akibatnya, banyak lulusan yang “siap ijazah” tapi belum tentu “siap kerja”.
Dari sisi industri, perubahan teknologi dan digitalisasi juga membuat kebutuhan tenaga kerja berubah cepat. Skill yang relevan hari ini bisa jadi usang dalam beberapa tahun ke depan, sehingga dunia pendidikan perlu lebih gesit memperbarui materi ajarnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Di sisi lain, kolaborasi antara lembaga pendidikan dan pelaku industri masih terbatas, padahal kemitraan semacam ini bisa menjadi jembatan efektif untuk menyamakan kebutuhan dan kompetensi.
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa program Magang Nasional diharapkan mampu menjembatani kesenjangan (gap) antara dunia pendidikan dan dunia kerja.
“Kita menyadari adanya kesenjangan antara supply lulusan perguruan tinggi dan demand tenaga kerja. Melalui program ini, pemerintah berupaya menjembatani 8 hingga 10 persen dari total lulusan perguruan tinggi agar siap masuk ke dunia kerja,” ujar Menko Airlangga di Jakarta, Senin (20/10).
Sebaiknya Anda baca juga:
Lebih lanjut, ia mengatakan program yang masuk dalam paket stimulus ekonomi pemerintah tahun 2025 ini dapat mengisi kebutuhan tenaga kerja di sektor yang kian diminati, seperti salah satunya sektor digital.
“Di sektor digital, kita membutuhkan 9 juta tenaga kerja sampai tahun 2030. Jumlahnya sangat besar dan semoga ini menjadi bagian pengisi itu,” ujar Airlangga.
Adapun pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) secara resmi membuka penyelenggaraan Magang Nasional 2025 tahap I sebagai langkah strategis untuk memperkuat kompetensi, meningkatkan keterampilan, dan mendorong daya saing tenaga kerja muda Indonesia.
Menko Airlangga menyampaikan peran seluruh pihak terkait sangat penting untuk menyukseskan program ini. Ia menuturkan, antusiasme peserta sangat tinggi, dengan rasio 1 posisi magang diperebutkan oleh sekitar 200 pendaftar.
Ia berharap para peserta Magang Nasional 2025 dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk memperluas jejaring dan membuka peluang kerja.
“Kepada adik-adik peserta magang, bangun networking dan gunakan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya,” ujar dia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!