Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Lawan Hoaks tentang Kanker Serviks

📅 Senin, 17 Nov 2025, 15:11 WIB | Oleh:
Lawan Hoaks tentang Kanker Serviks Doc: ANTARA/Lintang Budiyanti Prameswari
Ket. Wamen PPPA Veronica Tan dalam kelas jurnalis melawan misinformasi kanker leher rahim diselenggarakan kerja sama Kementerian Kesehatan dan MSD di Jakarta, Senin (17/11).

Jakarta -- Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (WamenPPPA) Veronica Tan mengajak tokoh agama dan tokoh masyarakat turut berperan melawan hoaks tentang kanker leher rahim atau kanker serviks.

"Kita harus memperbaiki pola pikir perempuan terkait kanker leher rahim ini. Dari faktor agama, perempuan kalau sudah menikah mereka mendapatkan stigma, apalagi kalau serviks, itu harus terekspos di daerah-daerah yang tertutup, ketika diberikan edukasi apapun, faktor-faktor agama itu ada yang membuat rasa malu, sehingga itu tidak boleh dilakukan," katanya dalam kelas jurnalis melawan misinformasi kanker leher rahim di Jakarta, Senin.

Selain melawan misinformasi melalui media massa dan media sosial, katanya, ruang-ruang publik, seperti tempat ibadah dan ruang-ruang lain di mana tokoh masyarakat berperan, juga efektif untuk mengedukasi anak-anak hingga perempuan dewasa agar mau mendeteksi dini atau skrining kanker serviks.

Meski fasilitas deteksi dini atau skrining kanker serviks sudah banyak, seperti melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG) atau IVA test, katanya, di beberapa daerah, skrining tersebut masih belum menjangkau masyarakat, utamanya perempuan, karena faktor stigma budaya dan agama.

"Kita harus edukasi bersama-sama, bagaimana menyadarkan secara masif kepada masyarakat, bisa lewat rumah ibadah karena kita harus memperkuat ruang-ruang supaya mereka bisa percaya, melalui tokoh agama, tokoh adat yang bisa kita jangkau untuk memasifkan produk edukasi ini agar cepat sampai," katanya.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes), setiap satu jam sedikitnya dua perempuan meninggal akibat kanker leher rahim di Indonesia.

Kanker serviks merupakan kanker kedua yang paling sering diderita perempuan di Indonesia setelah kanker payudara, dengan kurang lebih 56 kematian orang setiap hari.

Kemenkes juga menyebutkan sekitar 70 persen kasus kanker serviks biasanya terdeteksi pada stadium lanjut.

Oleh karena itu, pemerintah mengembangkan Rencana Aksi Nasional (RAN) Eliminasi Kanker Leher Rahim.

Dalam RAN tersebut, terdapat tiga intervensi dilakukan untuk mencapai target percepatan hingga 2030, yakni pertama target 90 persen anak perempuan dan laki-laki diimunisasi HPV sebelum usia 15 tahun, kedua, perempuan usia 30-69 tahun dilakukan skrining dengan tes DNA HPV, dan ketiga, 90 persen perempuan dengan lesi prakanker dan kanker invasif mendapatkan tata laksana.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Tim Piala Dunia, Maroko Dapat Menjadi Kuda Hitam

17 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Maroko Dap...
Olahraga
Laga Generasi Baru Menuju F...

Tim Piala Dunia, Mampukan Brasil Juara Keenam Kalinya?

29 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Mampukan B...
Nasional
Dongkrak Kedatangan Turis, ...
Rona
Sering Melotot Belum Tentu ...
Daerah
RSUD Prambanan Ada Bau-bau ...
Daerah
Siswa Jalani Ujian Kenaikan...

Antisipasi Kemarau, Masa Tanam Dipercepat

52 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Antisipasi Kemarau, Masa Ta...
Daerah
Cukup Bagus Hasil Penanaman...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.