Langkah Berani! Langkah Berani! Danantara Siap Revitalisasi 43 BUMN, Krakatau Steel dan SIG Masuk Radar
📅 Jumat, 31 Okt 2025, 19:12 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Istimewa.
JAKARTA – BUMN mengelola aset-aset strategis negara, seperti di sektor energi, infrastruktur, keuangan, dan pangan.
Kinerja BUMN yang efisien dan sehat sangat krusial untuk menjaga stabilitas ekonomi, menyediakan layanan publik esensial, dan mendorong pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.
Banyak BUMN yang secara historis menghadapi masalah inefisiensi, birokrasi yang rumit, dan kerugian finansial.
Pembenahan bertujuan untuk meningkatkan efisiensi operasional, produktivitas, dan daya saing BUMN agar dapat beroperasi layaknya entitas bisnis yang sehat, bukan sebagai beban fiskal negara.
Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, melalui PT Danantara Asset Management (DAM), mulai membenahi 43 badan usaha milik negara (BUMN), termasuk PT Krakatau Steel (KS) dan PT Semen Indonesia Tbk (SIG).
Sebaiknya Anda baca juga:
“DAM sudah banyak yang dikerjakan, ngebut sekali. Sudah ada 43 perusahaan BUMN yang diperbaiki. Ditingkatkan semua ya, daya saing dan manajerial, untuk bisa berkiprah menghasilkan untung dan sebagainya,” kata Managing Director Stakeholders Management and Communications Danantara Indonesia Rohan Hafas dalam taklimat media di Jakarta, Jumat (31/10).
Untuk Krakatau Steel, Rohan mengatakan pihaknya bakal segera memfinalisasi rencana perombakan bisnis perusahaan, terutama dari segi kinerja keuangan yang dianggap tidak bekerja secara efisien. Danantara juga mengevaluasi proyek investasi perusahaan yang dianggap keliru, seperti proyek blast furnace.
Krakatau Steel menjadi salah satu fokus awal Danantara lantaran dinilai memiliki potensi besar sebagai industri baja terintegrasi, yang mempunyai fasilitas lengkap dari proses produksi, pasokan air, pembangkit listrik, hingga pelabuhan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Namun, sebagian aset penting justru dilepas untuk menutupi kebutuhan operasional.
“Hal seperti itu akan kami lihat. Dia punya banyak kelebihan, dan itu akan di-twist,” ujarnya.
Adapun untuk SIG, Danantara memperhatikan kinerja keuangan perusahaan yang terus menurun tiap tahun.
Untuk memperbaiki kondisi tersebut, Danantara mengubah model dan cara berbisnis Semen Indonesia. Rohan menyebut inisiatif sederhana ini berhasil mengubah arah kinerja perusahaan menjadi positif.
Ke depan, Danantara akan terus membenahi BUMN agar menjadi lebih efisien. Menurut Rohan, jumlah perusahaan BUMN saat ini mencapai 1.063 perusahaan, termasuk perusahaan anak, cucu, hingga cicit. Sedangkan perusahaan BUMN yang menjadi inti bisnis diperkirakan hanya berkisar 400 sampai 600 perusahaan.
Danantara akan mengevaluasi perusahaan-perusahaan tersebut dan membuat perusahaan BUMN menjadi lebih efisien.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!